bisnis.laksamana.id – 18 Mei 2026 | Dalam sebuah pernyataan yang mengundang perhatian publik, Purbaya Yudhi Sadewa, Kepala Ekonomi dan Kemandirian Finansial, memberikan tanggapan terhadap kritik yang dilontarkan oleh majalah The Economist terkait kebijakan belanja pemerintah Indonesia. Purbaya menegaskan bahwa pemerintah tetap berkomitmen pada disiplin fiskal meskipun ada anggapan bahwa pengeluaran pemerintah cenderung boros.
“Kita harus ingat bahwa pengeluaran pemerintah tidak hanya sekadar angka. Itu adalah investasi untuk masa depan bangsa. Disiplin fiskal yang kami jalankan adalah untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan memiliki dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi,” ujar Purbaya dalam sebuah konferensi pers.
Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk memastikan bahwa belanja negara digunakan secara efisien. Dalam rangka meningkatkan transparansi, pemerintah telah menerapkan sistem pelaporan yang lebih baik dan mengurangi kemungkinan terjadinya korupsi dalam pengelolaan anggaran.
Purbaya menambahkan bahwa kritik dari luar negeri, termasuk dari The Economist, seharusnya menjadi masukan yang konstruktif, bukan justru menambah beban. “Kami terbuka terhadap masukan, tetapi kritik yang tidak berdasarkan fakta hanya akan mengaburkan pencapaian yang telah kami raih,” tegasnya.
Dalam konteks ini, Purbaya mengajak semua pihak, termasuk media, untuk lebih objektif dalam menyampaikan informasi mengenai kebijakan pemerintah. Ia berharap agar diskusi tentang kebijakan fiskal dapat dilakukan secara lebih mendalam dan tidak hanya terfokus pada angka-angka belanja semata.
Selama beberapa tahun terakhir, pemerintah Indonesia telah berupaya keras untuk membangkitkan perekonomian, terutama pasca-pandemi COVID-19. Berbagai program bantuan sosial dan stimulus ekonomi telah diluncurkan untuk mendukung masyarakat dan pelaku usaha. Purbaya menekankan bahwa semua program ini dirancang dengan mempertimbangkan keberlanjutan fiskal, sehingga tidak membebani anggaran negara di masa depan.
“Kami optimis bahwa dengan disiplin fiskal yang ketat dan pengelolaan yang baik, Indonesia akan mampu menghadapi tantangan global dan tetap tumbuh di jalur yang positif,” ujarnya.
Dalam menanggapi tudingan boros, Purbaya menegaskan pentingnya investasi dalam infrastruktur dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Ia percaya bahwa pengeluaran dalam sektor-sektor ini akan memberikan hasil jangka panjang yang signifikan bagi perekonomian nasional.
Sebagai penutup, Purbaya menekankan bahwa Indonesia berada di jalur yang benar dan akan terus berusaha untuk mencapai tujuan pembangunan yang lebih baik. Ia berharap agar semua pihak dapat bersinergi untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.








