bisnis.laksamana.id – 18 Mei 2026 | Idul Adha, salah satu momen penting dalam kalender Islam, menyimpan banyak makna dan tradisi bagi umat Muslim. Salah satu tradisi yang sering dibahas adalah larangan memotong rambut dan kuku menjelang hari raya tersebut. Dalam artikel ini, kita akan mengupas tuntas kapan mulai tidak boleh memotong rambut dan kuku sebelum Idul Adha 2026 serta dasar hukum di balik peraturan ini.
Idul Adha diperkirakan jatuh pada tanggal 28 Juni 2026. Menurut ajaran Islam, umat Muslim yang ingin melaksanakan ibadah qurban disunnahkan untuk tidak memotong rambut dan kuku mereka mulai dari awal bulan Dzulhijjah. Sebagai informasi, bulan Dzulhijjah adalah bulan ke-12 dalam kalender Hijriyah dan sangat penting karena di dalamnya terdapat hari-hari besar seperti Idul Adha dan pelaksanaan ibadah haji.
Untuk tahun 2026, bulan Dzulhijjah diperkirakan akan dimulai pada tanggal 18 Juni. Oleh karena itu, umat Muslim sebaiknya mulai tidak memotong rambut dan kuku mereka sejak tanggal tersebut. Hal ini menjadi bentuk penghormatan dan persiapan menjelang hari raya, di mana umat Muslim berharap untuk tampil dalam keadaan yang baik saat merayakan momen sakral ini.
Berikut adalah beberapa poin penting mengenai hukum dan alasan di balik larangan ini:
- Dasar Hukum: Larangan memotong rambut dan kuku menjelang Idul Adha bersumber dari hadis Nabi Muhammad SAW, yang menyatakan bahwa seseorang yang ingin berkurban sebaiknya tidak memotong rambut dan kukunya setelah masuknya bulan Dzulhijjah.
- Makna Spiritual: Larangan ini memiliki makna spiritual yang mendalam. Dengan tidak memotong rambut dan kuku, umat Muslim menunjukkan rasa syukur dan penghormatan kepada Allah serta menyiapkan diri untuk berkurban.
- Persiapan Mental: Selain aspek spiritual, tidak memotong rambut dan kuku juga menjadi simbol persiapan mental dan fisik menjelang pelaksanaan ibadah qurban dan perayaan Idul Adha.
Namun, ada beberapa pengecualian bagi mereka yang membutuhkan pemotongan rambut atau kuku karena alasan kesehatan atau kebersihan. Dalam kondisi seperti ini, umat Muslim diperbolehkan untuk memotong rambut dan kuku mereka, tetapi disarankan untuk mengkompensasi dengan melakukan amal atau ibadah lainnya.
Penting untuk diingat bahwa larangan ini tidak dimaksudkan untuk menjadi beban, melainkan sebagai bentuk penghayatan dan persiapan sebelum melaksanakan ibadah qurban, yang merupakan salah satu rukun Islam bagi yang mampu. Oleh karena itu, umat Muslim diharapkan untuk memahami dan melaksanakan aturan ini dengan penuh kesadaran.
Dalam menyongsong Idul Adha 2026, mari kita persiapkan diri dengan baik, baik dari segi spiritual maupun fisik. Menghormati tradisi dan hukum yang ada akan semakin memperkuat iman kita dan memperindah momen kebersamaan dengan keluarga dan sesama umat Muslim. Semoga kita semua dapat menjalankan ibadah qurban dengan penuh keberkahan dan ketaatan.








