bisnis.laksamana.id – 18 Mei 2026 | Jeddah, Arab Saudi – Kejadian mengejutkan terjadi di Bandara King Abdulaziz Jeddah ketika petugas keamanan menemukan ratusan slop rokok dalam koper seorang jemaah haji Indonesia. Pada Minggu dini hari, 17 Mei, koper tersebut dibongkar setelah terdeteksi mencurigakan oleh mesin X-ray.
Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara PPIH Arab Saudi, Abdul Basir, menjelaskan bahwa setelah ditemukan adanya barang yang mencurigakan, petugas melakukan pemeriksaan visual terhadap koper tersebut. Hasilnya, ditemukan sebanyak seratus slop rokok yang disimpan di dalam koper jemaah haji itu.
“Koper jemaah kita yang dibongkar oleh petugas X-ray di Customs mengandung barang-barang terlarang,” kata Abdul Basir. “Rokok yang ditemukan ini jumlahnya cukup besar, sekitar 100 slop, dan berasal dari salah satu embarkasi di Indonesia.”
Setelah dilakukan pemeriksaan, koper tersebut akhirnya dikembalikan kepada jemaah yang bersangkutan, meskipun rokok yang dibawa disita oleh pihak Bea Cukai Arab Saudi. Menurut regulasi yang berlaku, setiap jemaah haji hanya diizinkan membawa maksimal dua slop rokok.
“Koper jemaah yang dibuka itu sudah diserahkan kembali, dan jemaah masih tetap diberikan hak untuk membawa rokok dalam batas maksimal dua slop,” jelas Abdul Basir. “Rokok yang ditemukan di dalam koper itu sudah disita oleh pihak berwenang, dan masalah ini sudah diselesaikan.”
Pihak PPIH Arab Saudi juga telah berkoordinasi dengan pihak embarkasi di Indonesia untuk melakukan evaluasi dan langkah tindak lanjut agar insiden serupa tidak terjadi lagi di masa mendatang. Abdul Basir memberikan imbauan kepada semua jemaah haji Indonesia yang akan berangkat agar lebih bijak dalam membawa barang bawaan dan mematuhi aturan yang telah ditetapkan.
Sebelumnya, kejadian serupa juga pernah terjadi ketika seorang jemaah haji kedapatan membawa tempe orek seberat lima kilogram, yang juga ditangkap oleh mesin X-ray di bandara yang sama. Namun, dalam kasus tersebut, tempe tersebut akhirnya diperbolehkan untuk dibawa.
Insiden ini menunjukkan pentingnya bagi jemaah untuk memahami dan mematuhi regulasi yang berlaku di negara tujuan, terutama dalam hal membawa barang-barang tertentu yang dianggap terlarang atau dibatasi. Dengan semakin banyaknya jemaah haji yang berangkat setiap tahunnya, diharapkan kejadian-kejadian seperti ini dapat diminimalisir untuk menjaga kelancaran pelaksanaan ibadah haji.









