bisnis.laksamana.id – 10 Mei 2026 | Dalam sebuah pertemuan yang berlangsung di Solo, Jawa Tengah, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono melaporkan kepada Presiden Joko Widodo mengenai kondisi terkini sektor pertanian di Indonesia. Dalam laporan tersebut, Sudaryono menjelaskan bahwa para petani saat ini merasa lebih bahagia dibandingkan sebelumnya, berkat berbagai program yang telah dilaksanakan oleh pemerintah.
Wamentan Sudaryono mengungkapkan bahwa capaian swasembada pangan yang ditargetkan pada tahun 2025 menjadi salah satu fokus utama dalam diskusi tersebut. Menurutnya, pencapaian ini sangat penting untuk memastikan ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani. “Kami terus berupaya untuk mencapai target ini dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk petani langsung,” ujarnya.
Dalam pertemuan itu, Jokowi menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah serta peranan aktif dari para petani dalam mencapai swasembada pangan. “Kita harus bekerja sama dan saling mendukung untuk mencapai tujuan ini. Petani adalah garda terdepan dalam memastikan ketahanan pangan,” kata Presiden.
Sudaryono juga menambahkan bahwa berbagai program bantuan dan pelatihan bagi petani telah dilaksanakan, yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas pertanian. Beberapa inisiatif seperti penyediaan bibit unggul, pupuk bersubsidi, serta teknologi pertanian modern juga telah diperkenalkan untuk membantu para petani dalam meningkatkan hasil panen mereka.
“Kami telah melihat peningkatan yang signifikan dalam hasil pertanian di beberapa daerah. Petani tidak hanya merasa didukung, tetapi juga mendapatkan akses yang lebih baik terhadap sumber daya pertanian,” jelas Sudaryono.
Selain itu, Wamentan juga mengungkapkan bahwa pemerintah sedang berupaya untuk memperluas akses pasar bagi produk pertanian lokal. Dengan memfasilitasi pemasaran produk pertanian, diharapkan pendapatan petani akan meningkat, dan mereka dapat lebih sejahtera.
Presiden Jokowi menyambut baik laporan tersebut dan memberi arahan agar semua pihak terus berkoordinasi untuk memastikan semua program berjalan dengan baik. “Kesejahteraan petani adalah prioritas kita. Mari kita pastikan bahwa setiap kebijakan yang dikeluarkan memberi manfaat langsung kepada mereka,” tegasnya.
Dalam konteks ini, penting bagi pemerintah untuk terus mendengarkan aspirasi dan kebutuhan para petani. Dengan pendekatan yang lebih inklusif dan partisipatif, diharapkan sektor pertanian Indonesia akan semakin maju.
Wamentan Sudaryono menutup laporannya dengan menekankan bahwa kebahagiaan petani adalah cerminan dari keberhasilan bersama dalam mencapai swasembada pangan. “Jika petani bahagia, maka kita semua bisa merasa bahagia,” tutupnya.









