bisnis.laksamana.id – 11 Mei 2026 | PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) mengumumkan bahwa penyelenggaraan penerbangan haji tahun 2026 berjalan dengan lancar, dengan tingkat ketepatan waktu keberangkatan (on-time performance/OTP) mencapai sekitar 96 persen. Direktur Utama InJourney Airports, Mohammad R Pahlevi, menyampaikan hal ini saat konferensi pers di Jakarta pada 11 Mei 2026.
Selama periode 21 April hingga 9 Mei 2026, sebanyak 126.097 jemaah calon haji telah diberangkatkan ke Tanah Suci melalui 14 bandara yang dikelola oleh InJourney Airports. Dari total 322 penerbangan haji yang dilayani, 310 penerbangan diantaranya tepat waktu. Tingginya OTP ini dicapai berkat kolaborasi yang baik antara berbagai pemangku kepentingan.
Pahlevi menjelaskan bahwa perencanaan yang matang dan implementasi yang tepat mendukung kelancaran keberangkatan. Kolaborasi antara InJourney Airports, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji, maskapai, AirNav Indonesia, dan operator ground handling sangat penting dalam memastikan operasional penerbangan haji berjalan lancar. Pemeriksaan keamanan terhadap calon jemaah dan barang yang dilakukan sejak di asrama haji juga berkontribusi pada keberhasilan ini.
Di sisi lain, industri penerbangan global sedang menghadapi tantangan signifikan akibat kenaikan harga bahan bakar pesawat. Maskapai Delta Air Lines, salah satu maskapai terbesar di Amerika Serikat, mengumumkan bahwa mereka akan menghapus layanan makanan ringan dan minuman gratis pada penerbangan jarak pendek mulai 19 Mei 2026. Kebijakan ini diambil sebagai respons terhadap kenaikan harga avtur yang melonjak akibat konflik di Timur Tengah.
Selain itu, maskapai berbiaya rendah di Korea Selatan juga memangkas 900 penerbangan untuk mengatasi dampak dari kenaikan harga bahan bakar jet. Jeju Air dan Jin Air menjadi salah satu maskapai yang paling terdampak, dengan pemangkasan rute dan penerbangan internasional yang signifikan.
Di tengah isu-isu ini, Spanyol juga menghadapi tantangan dengan menyiapkan dua penerbangan evakuasi bagi penumpang kapal pesiar MV Hondius yang terdampak wabah hantavirus. Menteri Kesehatan Spanyol, Monica Garcia, mengonfirmasi bahwa sebanyak 94 penumpang telah dievakuasi dan proses pemindahan akan dilanjutkan untuk mencegah penyebaran penyakit.
Di tempat lain, insiden kebakaran juga menghantui penerbangan internasional, di mana sebuah pesawat Turkish Airlines terbakar saat mendarat di Nepal, menyebabkan penutupan Bandara Internasional Tribhuvan selama 98 menit. Meskipun situasi ini menimbulkan kepanikan, tidak ada laporan mengenai korban jiwa di antara 288 penumpang yang berada di dalam pesawat.
Dengan berbagai tantangan yang dihadapi industri penerbangan, penting bagi semua pihak untuk terus berkolaborasi dan berinovasi dalam memastikan keselamatan dan kenyamanan para penumpang.









