bisnis.laksamana.id – 13 Mei 2026 | Pameran seni bertajuk ‘Art Is All Around 3‘ menghidupkan dunia seni di Yogyakarta dengan menampilkan karya-karya unik dari 121 seniman. Berlangsung di Hotel PORTA by Ambarrukmo, acara ini memanfaatkan ruang lobby dan rooftop sebagai tempat pameran. Setiap karya yang dipamerkan memiliki keunikan tersendiri, ditampilkan dalam kanvas bulat berdiameter 30 cm.
Salah satu sorotan pameran ini adalah partisipasi Emily Claire Santana, siswi kelas 1 SD Tarakanita Bumijo, yang menampilkan lukisan kapibara berwarna pelangi. Karya Emily bersanding dengan 125 karya lainnya yang dibuat oleh seniman dari berbagai latar belakang dan usia.
Kurator pameran, Eko Nugroho, mengungkapkan bahwa pemilihan format kanvas bulat bertujuan untuk memberikan penghargaan yang setara kepada semua seniman yang terlibat. Dengan ukuran yang sama, setiap karya mendapatkan ruang yang adil dan tidak ada yang lebih menonjol secara visual dibanding lainnya.
Hotel Manager PORTA by Ambarrukmo, Nur Hidayati, menyatakan bahwa pemilihan hotel sebagai lokasi pameran memberikan pendekatan baru dalam dunia seni. Menurutnya, hotel tidak hanya berfungsi sebagai tempat menginap, tetapi juga sebagai ruang di mana orang dapat menikmati berbagai fasilitas, termasuk karya seni.
Keterlibatan seniman dari berbagai kalangan dan usia membuat pameran ini semakin menarik. Carolin, orang tua dari Emily, menyambut baik kesempatan ini sebagai ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan dan mengembangkan bakat seni mereka. Partisipasi dalam acara semacam ini, menurut Carolin, sangat bermanfaat bagi perkembangan kreativitas anak.
Pameran ‘Art Is All Around 3’ dibuka setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 23.00 WIB dan akan berlangsung hingga 30 Juni 2026. Pengunjung dapat menikmati pameran ini tanpa dikenakan biaya masuk, menjadikannya kesempatan yang bagus untuk menikmati karya seni dari berbagai kalangan di Yogyakarta.
Inisiatif ini tidak hanya memperkaya dunia seni lokal tetapi juga memberikan ruang bagi semua kalangan untuk berkontribusi dan menghargai seni. Dengan demikian, pameran ini menjadi tonggak penting dalam mempromosikan inklusivitas dalam seni.









