Scroll to read post

OJK: Investor Selektif Saat Pasar Modal RI Menunjukkan Momentum Yang Tepat

Radi Geary
OJK: Investor Selektif Saat Pasar Modal RI Menunjukkan Momentum Yang Tepat
OJK: Investor Selektif Saat Pasar Modal RI Menunjukkan Momentum Yang Tepat
A-AA+A++

bisnis.laksamana.id – 13 Mei 2026 | Pengunjung melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (4/3/2026). Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTOOtoritas Jasa Keuangan (OJK) berharap investor memanfaatkan momentum yang tepat di pasar modal Indonesia. Menurut Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, valuasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat ini tergolong lebih rendah dibandingkan dengan bursa saham di kawasan regional Asia. Rasio Price Earning Ratio (PER) IHSG saat ini berada di level sekitar 16 kali, yang lebih rendah dibandingkan dengan posisi puncak pasar saham pada pertengahan Januari 2026 lalu. PER adalah rasio yang menunjukkan berapa kali investor mau membayar harga saham dibandingkan dengan laba yang dihasilkan per saham perusahaan. Oleh karena itu, OJK berharap investor memilih saham-saham terbaik yang secara prospektif dapat terus melakukan perbaikan kinerja dari waktu-waktu ke depannya. Menurut Hasan, kondisi valuasi yang kompetitif ini dapat dimanfaatkan oleh para investor untuk memilih saham-saham yang memiliki prospek perbaikan kinerja dalam jangka panjang. OJK memandang dinamika pasar yang terjadi saat ini, termasuk dampak dari penyesuaian indeks MSCI, sebagai proses pembentukan baseline baru yang lebih sehat dan transparan bagi industri pasar modal nasional. Meskipun terdapat fluktuasi indeks, OJK memastikan bahwa aktivitas pasar masih berjalan wajar tanpa adanya aksi jual massal yang mengkhawatirkan. OJK juga berharap investor memanfaatkan momentum ini untuk memilih saham-saham yang memiliki prospek perbaikan kinerja dalam jangka panjang. Oleh karena itu, OJK berharap investor memilih saham-saham yang memiliki prospek perbaikan kinerja dalam jangka panjang.

Hasan juga menekankan bahwa OJK berharap investor memanfaatkan momentum ini untuk memilih saham-saham yang memiliki prospek perbaikan kinerja dalam jangka panjang. Oleh karena itu, OJK berharap investor memilih saham-saham yang memiliki prospek perbaikan kinerja dalam jangka panjang.