bisnis.laksamana.id – 12 Mei 2026 | Dalam persidangan kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Kemendikbudristek, Nadiem Makarim menjelaskan asal-usul grup WhatsApp ‘Mas Menteri Core’. Nadiem, mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, mengungkapkan bahwa grup tersebut dibentuk pada Juli hingga Agustus 2019, berisi sejumlah nama seperti Fiona Handayani, Najelaa Shihab, dan Jurist Tan.
Nadiem membantah bahwa anggota grup tersebut adalah teman dekatnya. Ia mengaku baru mengenal mereka saat grup tersebut dibentuk. Dalam persidangan, pengacara Nadiem menanyakan kapan ia mulai mengenal Fiona Handayani. Nadiem menjawab, “Ya saat itu, waktu bergabung dalam grup WA itu,” menegaskan bahwa ia belum mengenal Fiona dan anggota lainnya sebelum itu.
Nadiem menjelaskan bahwa ia mengundang orang-orang tersebut ke dalam grup berdasarkan reputasi mereka yang didengar dari berbagai rekomendasi. Mereka memiliki semangat untuk membantu, meskipun saat itu belum ada pembahasan mengenai peran spesifik mereka. Menurut Nadiem, kehadiran mereka sangat penting karena ia tidak memiliki pengalaman di bidang pemerintahan maupun pendidikan.
“Saya adalah orang di bidang teknologi dan bisnis, tidak pernah masuk partai politik. Saya tidak tahu tentang pemerintah atau pendidikan,” ungkap Nadiem. Ia menambahkan, “Saya tahu industri 10-20 tahun lagi, tetapi tidak tahu tentang reformasi pendidikan di Indonesia.”
Untuk mengatasi kekurangan tersebut, Nadiem mengumpulkan pakar-pakar di bidang pendidikan dan pemerintahan yang sudah memiliki pengalaman membantu menteri sebelumnya. Sosok seperti Fiona Handayani dan Najelaa Shihab sudah dikenal karena pernah membimbing menteri sebelumnya, termasuk Muhajir dan Anies Baswedan.
Dalam dakwaan, Nadiem didakwa bersama sejumlah pihak lainnya terkait pengadaan sarana pembelajaran berbasis teknologi informasi berupa laptop Chromebook yang disebut tidak sesuai perencanaan. Jaksa menduga kerugian negara mencapai Rp 2,18 triliun, dan Nadiem disebut menerima keuntungan Rp 809 miliar. Namun, pengacara Nadiem menegaskan bahwa angka tersebut merupakan aksi korporasi PT Aplikasi Karya Anak Bangsa kepada PT Gojek Indonesia dan tidak ada kaitannya dengan kasus ini.
Kesimpulannya, Nadiem Makarim membentuk grup WhatsApp ‘Mas Menteri Core’ untuk mengumpulkan orang-orang berkompeten di bidang pendidikan dan pemerintahan guna mengatasi keterbatasan pengetahuannya di bidang tersebut. Meskipun saat ini ia menghadapi dakwaan, Nadiem menegaskan bahwa niat awalnya adalah untuk memperkuat timnya dengan pakar yang berpengalaman.









