bisnis.laksamana.id – 10 Mei 2026 | Delta Sungai Mutiara, titik temu antara muara sungai dan Laut China Selatan, kini dihiasi oleh sebuah jembatan megah yang memecahkan rekor dunia. Jembatan Hong Kong-Zhuhai-Macau (HZM) tidak hanya menjadi ikon kebanggaan China, tetapi juga memainkan peran penting dalam menghubungkan wilayah Greater Bay Area dan Provinsi Guangdong secara keseluruhan.
Jembatan ini memiliki panjang total 55 kilometer, menjadikannya sekitar sepuluh kali lebih panjang daripada Jembatan Suramadu di Indonesia. Tidak hanya sebuah jembatan, HZM juga mencakup terowongan bawah laut, menjadikannya jalur penyeberangan laut terpanjang di dunia.
Perjalanan melalui jembatan ini dimulai dari pulau buatan di Pelabuhan Zhuhai. Dari sini, para penumpang memasuki gerbang tol dan disambut dengan pemandangan menakjubkan dari Delta Sungai Mutiara. Melintasi tiga bagian saluran navigasi, yakni Jiuzhou, Jianghai, dan Qingzhou, masing-masing bagian menawarkan keunikan tersendiri. Misalnya, tiang-tiang di jalur Jianghai menyerupai lumba-lumba putih China yang terancam punah.
Keberadaan jembatan ini, mulai dari tahap konstruksi hingga operasional, tidak mengganggu habitat lumba-lumba putih China. Pembangunan jembatan dirancang agar lumba-lumba tersebut dapat hidup berdampingan dengan infrastruktur ini.
Menariknya, setelah melewati titik tertinggi jembatan yang berkisar 42 meter di atas permukaan laut, perjalanan berlanjut ke terowongan bawah laut dengan kedalaman sekitar 40 meter di bawah permukaan laut. Terowongan sepanjang 6,7 kilometer ini menawarkan pengalaman berkendara unik yang tidak mengganggu sinyal komunikasi.
Keberhasilan konstruksi jembatan dan terowongan ini tidak lepas dari kerja sama internasional. Elemen terowongan dipra-fabrikasi menggunakan cetakan dari Jerman, dengan bantuan konsultan dari Jepang dan Belanda dalam proses penyambungan.
Jembatan HZM memang merupakan keajaiban konstruksi yang berperan vital dalam aksesibilitas dan logistik di wilayah tersebut. Perjalanan yang sebelumnya memakan waktu tiga jam kini dapat ditempuh hanya dalam 30 menit.
Meskipun sempat diwarnai kontroversi dan tantangan selama pembangunannya, proyek senilai USD 20 miliar ini memberikan pelajaran berharga bagi dunia konstruksi di masa depan.








