Scroll to read post

Mengapa Anak Usia Toddler Bisa Anteng di Acara Panjang?

Mengapa Anak Usia Toddler Bisa Anteng di Acara Panjang?
Mengapa Anak Usia Toddler Bisa Anteng di Acara Panjang?
A-AA+A++

bisnis.laksamana.id – 21 Juni 2026 | Momen pernikahan Jennifer Coppen dan Justin Hubner baru-baru ini menjadi sorotan publik, namun bukan hanya kedua mempelai yang mencuri perhatian, melainkan juga Kamari, putri Jennifer yang belum genap 3 tahun. Banyak warganet dibuat kagum karena Kamari terlihat tenang dan tidak rewel selama rangkaian acara pernikahan yang berlangsung cukup panjang.

Tak sedikit yang bertanya-tanya, apakah perilaku seperti itu umum terjadi pada anak usia toddler? Menurut Psikolog klinis, Gita Aulia Nurani, Mp.Psi, Psikolog, perilaku anak usia toddler memang sangat beragam.

Gita menjelaskan bahwa ada beberapa faktor yang dapat membuat seorang toddler tampak anteng selama mengikuti acara yang berlangsung lama, seperti pernikahan. Pertama, faktor temperamen bawaan. Sejak lahir, setiap anak memiliki karakter yang berbeda-beda. Sebagian anak memiliki temperamen yang lebih tenang atau easy temperament, sehingga lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan baru, tidak terlalu reaktif terhadap berbagai stimulus, dan relatif lebih mudah diarahkan.

Selain itu, kebutuhan dasar yang terpenuhi juga berperan besar. Anak yang cukup tidur, dalam kondisi kenyang, sehat, dan merasa aman umumnya lebih mampu mengendalikan perilakunya dibandingkan anak yang sedang lelah atau tidak nyaman.

Faktor lingkungan juga tidak kalah penting. Kehadiran orang-orang yang familiar serta suasana yang nyaman dapat membantu anak merasa aman sehingga lebih tenang selama acara berlangsung.

Beberapa orang tua juga mempersiapkan anak sebelum menghadiri acara tertentu. “Poin penting adalah bagaimana orang dewasa di sekitar toddler melakukan tindakan preventif agar anak pun nyaman selama acara,” tegasnya.

Banyak orang mengira bahwa anak yang terlihat tenang selama satu atau dua jam berarti memiliki kemampuan fokus yang sangat baik. Padahal, menurut Gita, rentang perhatian anak usia toddler memang masih terbatas. Secara umum, anak usia 2 tahun memiliki rentang perhatian sekitar 4–6 menit pada aktivitas yang kurang menarik. Sementara pada usia 3 tahun, rentang fokusnya berkisar antara 6–10 menit.

Namun pada aktivitas yang sangat disukai, anak bisa bertahan lebih lama, bahkan mencapai 15 hingga 30 menit atau lebih. “Sebenarnya, jika seorang toddler terlihat mengikuti acara selama satu atau dua jam, bukan berarti ia fokus penuh sepanjang waktu. Biasanya perhatian anak tetap naik turun,” imbuhnya.

Perilaku anak sering kali dikaitkan dengan pola asuh. Namun menurut Gita, kenyataannya perilaku anak merupakan hasil interaksi dari banyak faktor. Gizi dan kesehatan fisik juga sangat penting karena berkaitan dengan perkembangan otak, kemampuan belajar, serta konsentrasi anak.

“Ada juga gizi dan kesehatan fisik yang berperan penting karena berkaitan dengan perkembangan otak dan kemampuan konsentrasi. Selain itu, ada faktor lingkungan keluarga dan paparan media,” kata Gita.

Jadi, ketika melihat seorang anak yang sangat tenang ataupun sangat aktif, orang tua tidak bisa langsung menyimpulkan bahwa hal tersebut sepenuhnya disebabkan oleh pola asuh.