bisnis.laksamana.id – 19 Mei 2026 | Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, seorang perwira tinggi di Tentara Nasional Indonesia (TNI), baru-baru ini melontarkan pernyataan menarik terkait film Pesta Babi. Dalam sebuah diskusi, ia mengekspos keraguan tentang asal-usul dana yang digunakan untuk memproduksi film tersebut. Maruli Simanjuntak menilai bahwa hanya orang-orang yang memiliki kemampuan ekonomi yang luas, seperti yang dimiliki oleh orang-orang kaya, yang dapat membiayai produksi film Pesta Babi dengan mudah. Ia menambahkan bahwa pengeluaran yang diperlukan untuk memproduksi film tersebut haruslah mencapai jumlah yang sangat besar, sehingga hanya orang-orang yang beruang banyak yang mampu terbang langsung ke Papua untuk memproduksinya. Pernyataan ini menimbulkan pertanyaan tentang asal-usul dana yang digunakan untuk memproduksi film Pesta Babi dan siapa saja yang terkait dengan pengeluarannya.
Maruli Simanjuntak juga menekankan bahwa kebanyakan orang tidak memiliki kemampuan untuk membiayai produksi film dengan mudah. Ia mencontohkan bahwa jika seseorang ingin memproduksi film, haruslah memiliki kekayaan yang cukup besar untuk membiayainya. Hal ini membuat Maruli Simanjuntak curiga tentang asal-usul dana yang digunakan untuk memproduksi film Pesta Babi.
Jadi, apakah dana untuk memproduksi film Pesta Babi benar-benar berasal dari orang-orang yang beruang banyak? Atau ada kejanggalan lain yang perlu dikaji lebih lanjut? Pertanyaan ini terus menghangatkan diskusi tentang film Pesta Babi dan keaslian dana yang digunakan untuk memproduksinya.









