bisnis.laksamana.id – 11 Mei 2026 | Wabah hantavirus yang baru-baru ini muncul dari kapal pesiar MV Hondius milik Oceanwide Expeditions telah menimbulkan kekhawatiran global. Beberapa penumpang terpaksa dievakuasi setelah seorang penumpang asal Swiss dinyatakan positif terinfeksi hantavirus setelah kembali ke Zurich. Ini adalah kasus pertama yang dilaporkan di mana seseorang jatuh sakit setelah kembali dari pelayaran.
Saat ini, sebanyak 20 penumpang asal Inggris yang dievakuasi dari kapal tersebut telah tiba di fasilitas isolasi di Arrowe Park Hospital, Merseyside. Mereka menjalani pemeriksaan dan pengawasan medis untuk mencegah kemungkinan penyebaran virus lebih lanjut. Menurut Janelle Holmes, CEO Wirral University Teaching Hospital NHS Foundation Trust, tidak ada penumpang yang menunjukkan gejala dan semua layanan rumah sakit tetap berjalan normal.
Meskipun hantavirus dikenal sebagai virus yang berbahaya, khususnya varian Andes yang terdeteksi pada beberapa penumpang MV Hondius, pakar kesehatan menekankan bahwa risiko penyebaran virus ini sangat rendah. Dr. Dominicus Husada, seorang ahli infeksi penyakit tropik, menyatakan bahwa hantavirus bukanlah virus baru dan telah ada di Indonesia sejak 2015 dengan 23 kasus terkonfirmasi, semuanya merupakan varian Seoul.
Beberapa negara, termasuk Inggris dan Amerika Serikat, telah mengambil tindakan cepat dengan melakukan isolasi terhadap penumpang yang turun dari MV Hondius. Penumpang tersebut akan menjalani masa isolasi selama 72 jam di fasilitas yang telah disiapkan, sementara 30 anggota kru dan jenazah seorang penumpang yang meninggal tetap berada di kapal.
Dalam konteks ini, banyak yang mempertanyakan apakah perlu untuk merasa cemas berlebihan mengenai hantavirus. Dr. Husada menegaskan bahwa meski virus ini dapat menyebabkan infeksi serius, penularannya memerlukan kontak yang sangat dekat, berbeda dengan COVID-19. Kementerian Kesehatan Indonesia mencatat bahwa semua kasus hantavirus di dalam negeri berasal dari varian Seoul, dengan tingkat kematian yang terbilang rendah.
Situasi saat ini menyoroti pentingnya kesadaran akan penyakit zoonosis, terutama di tengah meningkatnya perjalanan internasional. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak panik, sambil tetap mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan oleh otoritas kesehatan.
Oleh karena itu, penting untuk terus memantau perkembangan dan mengikuti informasi dari sumber resmi mengenai hantavirus dan langkah-langkah pencegahannya. Dengan penanganan yang tepat, risiko penyebaran virus ini dapat diminimalisir.









