Scroll to read post

Vaksin DPT Tidak Sebabkan Radang Otak: Penjelasan Ahli

Radi Geary
Vaksin DPT Tidak Sebabkan Radang Otak: Penjelasan Ahli
Vaksin DPT Tidak Sebabkan Radang Otak: Penjelasan Ahli
A-AA+A++

bisnis.laksamana.id – 04 Juli 2026 | Kasus bayi perempuan berusia 9 bulan yang diduga menerima vaksin tidak sesuai di Puskesmas Bintara Jaya, Kecamatan Bekasi Barat, masih menjadi perhatian publik. Bayi tersebut mengalami demam tinggi, kejang berkepanjangan, hingga harus menjalani perawatan intensif setelah menerima imunisasi pada Sabtu (13/6).

Hasil evaluasi yang dilakukan Dinas Kesehatan Kota Bekasi bersama Tim Komite Daerah (Komda) Pengkajian dan Penanggulangan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (PP KIPI) Jawa Barat menyimpulkan memang terjadi pemberian vaksin ganda akibat pencatatan riwayat imunisasi yang tidak lengkap pada buku vaksinasi pasien.

Meski demikian, tim menyatakan tidak ditemukan bukti ilmiah bahwa pemberian vaksin DPT ganda menyebabkan radang otak maupun radang selaput otak (meningitis).

Ketua Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof. Dr. dr. Hartono Gunardi, Sp.A(K), juga menegaskan bahwa vaksin DTP tidak menyebabkan radang selaput otak.

Apa itu vaksin DTP? Vaksin DTP merupakan bagian dari imunisasi dasar yang diberikan sebanyak tiga dosis, kemudian dilanjutkan dengan satu dosis penguat (booster) pada usia 18 bulan.

Bahkan, apabila seorang anak secara tidak sengaja menerima dosis booster lebih awal atau mendapat dosis vaksin berlebih, kondisi tersebut juga tidak menyebabkan meningitis.

Dosis booster yang diberikan lebih awal atau dosis vaksin berlebih yang diberikan secara tidak sengaja juga tidak menyebabkan radang selaput otak, mengingat vaksin tersebut tidak mengandung kuman hidup.

Bayi NR mengalami demam tinggi disertai kejang beberapa jam setelah imunisasi. Menurut Prof. Hartono, kejang yang muncul sebagai dampak dari imunisasi umumnya merupakan kejang ringan dan bersifat sementara.

Kejang ringan dan sementara ini biasanya disebabkan oleh demam, bukan radang selaput otak.

Demam merupakan salah satu Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang dapat muncul pada sebagian anak. Namun, sebagian besar KIPI bersifat ringan dan sementara.

Sebelum imunisasi, orang tua perlu mendapatkan penjelasan mengenai kemungkinan KIPI yang dapat terjadi setelah imunisasi, termasuk cara mengatasinya di rumah.

Orang tua dan tenaga kesehatan perlu sama-sama memastikan jenis vaksin yang akan diberikan kepada anak, sekaligus mengevaluasi apakah terdapat kondisi yang menjadi kontraindikasi sementara untuk imunisasi.

Manfaat imunisasi jauh lebih besar dibandingkan risiko efek samping yang mungkin muncul.

Terlepas dari risiko KIPI yang jauh lebih ringan dibandingkan bahaya penyakit, imunisasi bermanfaat untuk melindungi anak dari berbagai penyakit infeksi yang berbahaya.