bisnis.laksamana.id – 12 Mei 2026 | Kondisi kesehatan pasien pertama di Prancis yang terinfeksi hantavirus terus mengalami penurunan. Hal ini dikonfirmasi oleh Menteri Kesehatan Prancis, Stéphanie Rist, yang mengungkapkan bahwa pasien tersebut adalah salah satu dari lima penumpang yang dipulangkan dari kapal pesiar MV Hondius, yang menjadi pusat wabah hantavirus Andes di Tenerife, Spanyol.
Pasien yang terinfeksi menunjukkan gejala pada hari Minggu lalu setelah tiba di Prancis. Sayangnya, kondisinya memburuk dalam waktu singkat, menimbulkan kekhawatiran di kalangan petugas kesehatan. “Tidak ada vaksin atau pengobatan khusus untuk hantavirus Andes, dan saat ini tim medis sedang melakukan perawatan intensif untuk pasien tersebut,” ujar Rist.
WHO telah merekomendasikan langkah-langkah pencegahan yang ketat, termasuk karantina selama 42 hari dan pemantauan aktif terhadap kontak yang berisiko. Dari lima penumpang yang dipulangkan, empat lainnya dinyatakan negatif terinfeksi hantavirus, tetapi mereka tetap dirawat di rumah sakit untuk jangka waktu minimal dua minggu.
Pihak berwenang kesehatan juga telah mengidentifikasi 22 orang yang melakukan kontak dengan seorang wanita Belanda yang sebelumnya meninggal dunia akibat hantavirus. Mereka diminta untuk segera menghubungi otoritas kesehatan untuk menjalani proses isolasi. Dalam sebuah dekrit yang diterbitkan, pemerintah Prancis berupaya memperketat protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.
Stéphanie Rist menekankan bahwa Prancis telah mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi potensi peningkatan kasus hantavirus. Ia menyatakan, “Kita memiliki cukup pasokan masker bedah, masker FFP, alat tes, dan obat-obatan untuk mengatasi gejala hantavirus,” meski tidak memberikan rincian jumlah spesifik.
Di luar Prancis, seorang warga negara Amerika yang juga meninggalkan kapal pesiar tersebut juga dinyatakan positif terinfeksi hantavirus. Kapal MV Hondius sebelumnya melaporkan delapan kasus dugaan infeksi hantavirus, dengan enam di antaranya telah terkonfirmasi dan tiga penumpang dilaporkan meninggal dunia.
Operasi pemulangan penumpang kapal MV Hondius berlangsung di Kepulauan Canary, Spanyol, pada 10 Mei 2026, dan berhasil mengangkut 94 penumpang serta awak kapal dari 19 kewarganegaraan berbeda. Dua penerbangan repatriasi tambahan ke Australia dan Belanda direncanakan untuk menyelesaikan evakuasi dari hampir 150 penumpang dan awak.
Setelah mengisi bahan bakar, kapal MV Hondius dijadwalkan berangkat ke Belanda dengan awak yang minimal. Para pejabat kesehatan setempat berpendapat bahwa risiko terhadap kesehatan masyarakat global tetap rendah dan membandingkan situasi ini dengan pandemi Covid-19 sebagai hal yang tidak tepat.
Situasi ini menuntut kewaspadaan dan kerjasama dari semua pihak untuk mencegah penyebaran lebih lanjut dari hantavirus. Dengan langkah-langkah pencegahan yang tepat, diharapkan infeksi baru dapat dicegah, dan pasien yang terinfeksi mendapat perawatan yang diperlukan.








