bisnis.laksamana.id – 11 Mei 2026 | Hari Minggu, 10 Mei 2026, menjadi hari yang kelam bagi warga Kelurahan Lepo-lepo, Kendari, Sulawesi Tenggara. Intensitas hujan yang tinggi, disertai dengan angin kencang, mengakibatkan meluapnya Kali Wanggu, yang berujung pada banjir besar yang merendam permukiman penduduk di sekitarnya.
Hujan yang turun tanpa henti selama beberapa jam ini menyebabkan ratusan rumah terendam air setinggi lebih dari satu meter. Lebih dari 685 jiwa terpaksa mengungsi dan mencari tempat aman akibat banjir yang menggenangi wilayah mereka. Kejadian ini bukan hanya membuat warga kehilangan tempat tinggal, tetapi juga mengakibatkan kerugian material yang signifikan.
Dalam laporan yang diterima, satu korban jiwa dilaporkan meninggal dunia akibat terseret arus banjir. Kondisi ini menambah kesedihan di tengah bencana yang melanda, di mana warga harus menghadapi kehilangan dan ketidakpastian.
Foto-foto dari lokasi kejadian menunjukkan betapa parahnya dampak dari bencana ini. Permukiman yang biasanya ramai kini tampak sepi dan dikelilingi oleh air yang menggenang. Warga terlihat berusaha menembus banjir untuk menyelamatkan barang-barang mereka atau mencari bantuan.
Pemerintah setempat telah mengerahkan tim penyelamat untuk membantu evakuasi warga dan menyalurkan bantuan kepada yang membutuhkan. Namun, tantangan besar tetap dihadapi, mengingat banyaknya daerah yang terisolasi akibat banjir. Proses pemulihan diperkirakan akan memakan waktu, dan warga setempat membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.
Di tengah situasi yang sulit ini, masyarakat juga diingatkan untuk tetap waspada terhadap potensi bencana lanjutan. Curah hujan yang masih tinggi menjadi alarm bagi semua pihak untuk bersiap menghadapi kemungkinan terburuk.
Dengan kondisi ini, diharapkan ada langkah-langkah konkret dari pemerintah dan instansi terkait untuk mengatasi masalah banjir yang kerap melanda wilayah Kendari. Selain itu, peningkatan infrastruktur dan sistem drainase menjadi penting untuk menghindari bencana serupa di masa depan.
Sementara itu, warga diharapkan tetap tenang dan bersatu untuk saling membantu satu sama lain. Kemanusiaan harus menjadi landasan dalam menangani situasi darurat seperti ini, di mana solidaritas masyarakat sangat dibutuhkan.









