bisnis.laksamana.id – 22 Juni 2026 | Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos) menggelar Bakti Sosial Terintegrasi di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Minggu (21/6/2026). Acara ini merupakan upaya Kemensos untuk memberikan layanan yang lebih dekat, cepat, dan menyeluruh bagi masyarakat yang membutuhkan.
Salah satu korban serangan buaya yang menerima bantuan adalah Rendi, warga Desa Lassa-Lassa, Kabupaten Gowa. Rendi mengalami musibah saat bekerja di Malaysia pada 2015 dan salah satu kakinya harus diamputasi.
Bantuan kaki palsu yang diterimanya membuka peluang bagi Rendi untuk kembali bergerak lebih leluasa dan menjalani hidup secara lebih mandiri.
Kepala Sentra Gau Mabaji Gowa, Hasatama Hikmah, menyatakan bahwa kegiatan Bakti Sosial Terintegrasi merupakan wujud nyata komitmen Kemensos dalam memberikan layanan yang semakin dekat, cepat, dan menyeluruh bagi masyarakat yang membutuhkan.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat dapat mengakses sedikitnya 14 jenis layanan sosial, mulai dari operasi katarak, bantuan alat bantu bagi penyandang disabilitas, bantuan kewirausahaan, khitanan massal, pemeriksaan kesehatan gratis, bantuan paket nutrisi, hingga layanan penguatan bagi eks penderita kusta.
Kemensos juga menyalurkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) senilai total Rp 907 juta bagi masyarakat Kabupaten Gowa. Bantuan tersebut mencakup operasi katarak, bantuan kewirausahaan, perlengkapan kebersihan diri, khitanan massal, kebutuhan hidup layak, perlengkapan sekolah, alat bantu aksesibilitas, bantuan nutrisi, sarana kamar, hingga layanan bebas pasung.
Direktur Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan Napza dan Orang dengan HIV (RSKPNO) Anna Puspitasari menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Gowa serta berbagai pihak yang telah berkolaborasi menyukseskan kegiatan tersebut.
Keberhasilan Bakti Sosial Terintegrasi ini merupakan contoh nyata bahwa dengan kerja sama dan komitmen yang kuat, layanan sosial dapat lebih dekat, cepat, dan menyeluruh bagi masyarakat yang membutuhkan.









