Scroll to read post

Jemaah Haji Indonesia Tiba di Makkah, Siap Menuju Puncak Ibadah Haji

Rosmiya Patricea
Jemaah Haji Indonesia Tiba di Makkah, Siap Menuju Puncak Ibadah Haji
Jemaah Haji Indonesia Tiba di Makkah, Siap Menuju Puncak Ibadah Haji
A-AA+A++

bisnis.laksamana.id – 17 Mei 2026 | Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) telah memastikan bahwa seluruh jemaah haji reguler Indonesia telah tiba di Makkah, Arab Saudi, sebagai bagian dari persiapan menjelang Armuzna, fase puncak ibadah haji.

Juru Bicara Kemenhaj, Suci Annisa, mengatakan bahwa seluruh layanan haji Indonesia telah berjalan lancar, tertib, dan terkendali hingga hari ke-26 operasional. Pada saat ini, fokus pemerintah diarahkan pada kesiapan jemaah, petugas, dan seluruh layanan lapangan untuk memastikan jemaah siap menghadapi puncak ibadah haji dengan aman, tertib, dan nyaman.

Berdasarkan data operasional terakhir, sebanyak 430 kloter dengan 166.269 jemaah dan 1.717 petugas telah diberangkatkan menuju Tanah Suci. Sementara itu, 418 kloter dengan 161.591 jemaah dan 1.672 petugas telah tiba di Makkah. Jemaah haji khusus juga telah tiba di Arab Saudi, dengan jumlah 11.739 jemaah.

Suci menjelaskan bahwa selesainya pergeseran jemaah dari Madinah ke Makkah juga diikuti pergeseran petugas untuk memperkuat layanan di Makkah dan Armuzna. Penguatan dilakukan pada layanan transportasi, akomodasi, konsumsi, kesehatan, perlindungan jemaah, hingga pembinaan ibadah.

Kemenhaj bersama PPIH terus mematangkan kesiapan Armuzna, mulai dari finalisasi data manifest, pemetaan pergerakan jemaah, kesiapan bus, tenda, distribusi konsumsi, layanan kesehatan, hingga mitigasi perlindungan bagi jemaah lansia, disabilitas, dan risiko tinggi.

Menjelang Armuzna, Kemenhaj juga mengimbau jemaah untuk menghemat energi, menjaga kesehatan, memperbanyak istirahat, serta mengurangi aktivitas yang tidak mendesak di luar hotel, terutama pada siang hari. Suci menegaskan bahwa menjaga kesehatan adalah bagian dari ikhtiar ibadah dan Armuzna membutuhkan stamina yang baik, sehingga jemaah perlu mengatur tenaga sejak sekarang dan tidak memaksakan diri.

Kemenhaj turut menegaskan komitmen mencegah praktik haji nonprosedural. Per 15 Mei 2026, Satgas Pencegahan Haji Nonprosedural bersama unsur terkait telah mencegah keberangkatan 32 WNI di Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang terindikasi akan berhaji tanpa prosedur dan dokumen resmi.

Suci menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas haji dan jemaah Indonesia yang terus menjaga kedisiplinan serta mengikuti arahan petugas. Ia berharap bahwa dengan kesiapan bersama, kedisiplinan jemaah, dan kerja sungguh-sungguh para petugas, mereka dapat menyelesaikan Armuzna dengan penuh kesiapan dan kekhusyukan.

Semoga seluruh jemaah haji Indonesia diberi kesehatan, kelancaran, dan meraih haji mabrur.