bisnis.laksamana.id – 11 Mei 2026 | DALLAS – Universitas Texas di Arlington (UT-Arlington) baru-baru ini menerima dana sebesar $4 juta dari Kantor Gubernur Greg Abbott untuk mengembangkan sistem peringatan banjir yang lebih canggih di Texas Hill Country. Kerjasama ini melibatkan UT-Arlington dan Universitas Rice di Houston, dengan tujuan untuk menciptakan sistem peringatan banjir yang lebih cepat, prediktif, dan dapat memberikan waktu lebih bagi petugas dan warga dalam menghadapi kejadian banjir serius.
Sistem ini berfokus pada daerah aliran sungai Guadalupe, yang pernah mengalami banjir bandang yang menghancurkan pada Juli 2025, menewaskan lebih dari 130 orang, dengan beberapa orang masih dinyatakan hilang. Gubernur Abbott menekankan bahwa keselamatan warga Texas adalah prioritas utama dan mengapresiasi usaha UT-Arlington dalam meningkatkan sistem pemantauan cuaca guna memberikan peringatan darurat yang akurat.
Direktur WERC di UT Arlington, Nick Fang, mengatakan bahwa Texas menghadapi risiko banjir yang kompleks dan cepat. Dengan menggabungkan pemantauan lokal dan pemodelan canggih, mereka berharap dapat mengurangi ketidakpastian dan memberikan informasi yang dapat ditindaklanjuti kepada pengambil keputusan saat setiap menit sangat berharga. Philip Bedient, Direktur Pusat SSPEED di Rice, menambahkan bahwa sistem ini diharapkan dapat memberikan waktu lebih antara satu hingga tiga jam sebelum banjir terjadi.
Sementara itu, di Jammu dan Kashmir, Ketua Menteri Omar Abdullah mengkritik model pemerintahan Union Territory (UT) yang ada saat ini. Dia menyebutkan bahwa struktur kekuasaan ganda antara administrasi terpilih dan kantor Gubernur telah menciptakan komplikasi administratif dan melemahkan akuntabilitas demokratis. Abdullah mendesak pemulihan status kenegaraan penuh bagi Jammu dan Kashmir, menekankan pentingnya peran wakil terpilih dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan hukum dan ketertiban.
Abdullah juga menyayangkan perlakuan Jammu dan Kashmir yang memiliki dewan terpilih sebanyak 90 anggota, diperlakukan sama dengan UT yang lebih kecil, seperti Puducherry. Dia menegaskan bahwa keberadaan pusat kekuasaan yang terpilih dan tidak terpilih merugikan, terutama dalam konteks respons krisis.
Di sisi lain, MP Manish Tewari juga mengusulkan program kesejahteraan di Chandigarh, yang menawarkan 300 unit listrik gratis dan 20.000 liter air gratis untuk rumah tangga berpenghasilan rendah. Dia menekankan bahwa penghematan setelah privatisasi distribusi listrik memungkinkan program ini secara finansial. Tewari mencatat bahwa banyak warga yang kesulitan membayar biaya hidup yang terus meningkat, sehingga bantuan ini sangat diperlukan.
Dia mengusulkan agar pemerintah mencari dana tambahan sebesar ₹ 856-1.000 crore untuk mendukung inisiatif ini, yang akan memberikan bantuan signifikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Dengan demikian, langkah-langkah yang diambil oleh UT-Arlington dalam mengembangkan sistem peringatan banjir dan seruan Abdullah untuk pemulihan status penuh bagi Jammu dan Kashmir, serta usulan Tewari untuk kesejahteraan masyarakat, menunjukkan bahwa ada berbagai pendekatan dalam menghadapi tantangan yang dihadapi masyarakat di berbagai daerah.









