Scroll to read post

Industri Gim Global Melampaui Rp 6.000 Triliun, China Ungguli AS-Jepang

Rosmiya Patricea
Industri Gim Global Melampaui Rp 6.000 Triliun, China Ungguli AS-Jepang
Industri Gim Global Melampaui Rp 6.000 Triliun, China Ungguli AS-Jepang
A-AA+A++

bisnis.laksamana.id – 17 Mei 2026 | Industri gim global terus mengalami pertumbuhan yang signifikan, dengan pendapatan yang diharapkan mencapai USD 363,2 miliar atau sekitar Rp 6.392,07 triliun pada tahun 2025. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan pendapatan pada tahun 2024 yang mencapai USD 282,3 miliar atau Rp 4.967,35 triliun.

AS berada di posisi kedua dengan pendapatan USD 45 miliar atau sekitar Rp 791,8 triliun dan memiliki 209,8 juta pemain. Sementara itu, Jepang berada di posisi ketiga dengan pendapatan USD 20 miliar atau sekitar Rp 351,9 triliun dari 77,1 juta pemain.

Korea Selatan menempati posisi keempat dengan pendapatan USD 7,9 miliar atau sekitar Rp 139 triliun dari 34,1 juta pemain. Sementara Jerman mencatat pendapatan USD 6,6 miliar atau sekitar Rp 116,1 triliun dengan 49,5 juta pemain.

Inggris berada di posisi keenam dengan pendapatan USD 5,5 miliar atau sekitar Rp 96,8 triliun dan jumlah pemain mencapai 38,5 juta orang. Pada posisi ketujuh terdapat Prancis yang mencatat pendapatan USD 4,1 miliar atau sekitar Rp 72,1 triliun dengan 38,8 juta pemain.

Asia-Pasifik masih menjadi pasar terbesar dengan 1,896 miliar pemain atau sekitar 53 persen dari total gamer dunia. Jumlah tersebut tumbuh 4,5 persen secara tahunan (YoY) dibanding tahun sebelumnya.

Dengan demikian, industri gim global terus mengalami pertumbuhan yang signifikan, dengan pendapatan yang diharapkan mencapai USD 363,2 miliar pada tahun 2025.