Scroll to read post

FBI Tangkap 5 Pelaku yang Berencana Menyerang Gedung Putih

Raaqiyah Suginah
FBI Tangkap 5 Pelaku yang Berencana Menyerang Gedung Putih
FBI Tangkap 5 Pelaku yang Berencana Menyerang Gedung Putih
A-AA+A++

bisnis.laksamana.id – 17 Juni 2026 | Pada hari Selasa, 16 Juni 2026, Federal Bureau of Investigation (FBI) mengumumkan bahwa mereka telah menangkap 5 pelaku yang berencana menyerang Gedung Putih. Rencana penyerangan ini dilakukan saat acara UFC Freedom 250 yang dihadiri oleh Presiden Donald Trump.

Salah satu pelaku yang ditangkap adalah Tycen Proper (19 tahun) yang telah ditahan sejak 10 Juni lalu. Proper ditangkap setelah ibunya memberi tahu polisi bahwa anaknya telah berkomunikasi secara online dengan kelompok ekstremis.

Departemen Kehakiman mengatakan bahwa para pelaku didakwa telah mengumpulkan senjata api, ribuan butir amunisi, dan perlengkapan taktis di rumahnya di Ohio, dan mereka telah mengidentifikasi target potensial, termasuk beberapa anggota Kongres.

Presiden AS Donald Trump, Ibu Negara Melania Trump, CEO UFC Dana White, dan tamu lainnya berpose di dalam Octagon pada UFC Freedom 250 di South Lawn Gedung Putih di Washington, DC, AS, 15 Juni 2026. Foto: Reuters/Evan Vucci

Pada Minggu, Trump memang menghadiri acara itu bersama dengan ribuan penggemar UFC di Gedung Putih. Gedung Putih dijaga dengan sistem pengamanan berlapis, mulai dari pengawasan ketat, pagar dan pos pemeriksaan, kemampuan pertahanan udara, penembak jitu, hingga pasukan reaksi cepat yang siaga permanen.

Wakil Presiden AS JD Vance yang juga menghadiri acara UFC tersebut, mengatakan bahwa hanya baru saja mengetahui tentang dugaan rencana tersebut setelah FBI mengumumkannya. Ketika ditanya mengapa FBI mengungkapkan rencana yang digagalkan tersebut, Vance merujuk pada potensi “skala serangan yang direncanakan.” Ia menggambarkannya sebagai “rencana teroris yang terkoordinasi dan terencana”. Vance juga menyinggung upaya pemerintahan Trump menyelidiki pendanaan dan jaringan kelompok sayap kiri radikal.

Vance tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang motif para pelaku, tetapi tetap menuduh Demokrat memicu kekerasan dengan retorika anti-Trump.

“Semua orang memiliki peran untuk menghentikan hal-hal ini, tetapi saya pikir banyak kolega Demokrat saya di Washington harus bercermin dan berkata, ‘mengapa begitu banyak kekerasan politik ini berasal dari pihak kita?’” kata Vance.