bisnis.laksamana.id – 30 Mei 2026 | Gedung Putih terus mempertahankan posisi keras dalam memaksa Iran untuk membuka Selat Hormuz, yang merupakan salah satu jalur laut yang paling penting di dunia.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, telah menekankan bahwa AS hanya akan menandatangani kesepakatan yang bermanfaat bagi negara itu sendiri dan memenuhi garis merahnya.
Iran, di sisi lain, telah menolak untuk membuka Selat Hormuz karena mereka merasa bahwa AS telah melanggar kesepakatan internasional dalam hal pembatasan ekspor senjata.
Hal ini telah meningkatkan kekhawatiran di seluruh dunia terkait kemungkinan konflik di timur tengah.
AS telah memperpanjang gencatan senjata dengan Iran, yang berarti bahwa negara-negara lain tidak dapat melibatkan diri dalam konflik ini.
Iran telah menolak untuk membuka Selat Hormuz karena mereka merasa bahwa AS telah melanggar kesepakatan internasional dalam hal pembatasan ekspor senjata.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur laut yang paling penting di dunia, dengan sekitar 20% dari total ekspor minyak dunia melewati selat ini.
Perangkap yang meningkat di timur tengah telah meningkatkan kekhawatiran di seluruh dunia terkait kemungkinan konflik di timur tengah.









