Scroll to read post

Mengapa Banyak Wanita Lupa Rasa Sakit saat Melahirkan? Ini Penjelasan Pakar

akbar Laksamana
Mengapa Banyak Wanita Lupa Rasa Sakit saat Melahirkan? Ini Penjelasan Pakar
Mengapa Banyak Wanita Lupa Rasa Sakit saat Melahirkan? Ini Penjelasan Pakar
A-AA+A++

bisnis.laksamana.id – 24 Mei 2026 | Melahirkan sering dianggap sebagai salah satu pengalaman paling menyakitkan dalam hidup seorang wanita. Namun, banyak wanita mengaku bahwa mereka cenderung melupakan rasa sakit tersebut setelah proses melahirkan selesai. Fenomena ini telah menarik perhatian para ahli, yang kini mencoba menjelaskan alasan di baliknya.

Selain itu, endorfin, yang sering disebut sebagai hormon kebahagiaan, juga dilepaskan dalam jumlah besar selama persalinan. Endorfin ini bertindak sebagai penghilang rasa sakit alami dan memberikan perasaan euforia setelah melahirkan. Kombinasi dari kedua hormon ini dapat membuat wanita merasa lebih baik dan cenderung melupakan rasa sakit yang mereka alami.

Faktor psikologis juga memainkan peran penting. Setelah melahirkan, banyak wanita merasa lega dan bahagia karena telah berhasil melewati proses yang menantang tersebut. Perasaan ini dapat mengalihkan perhatian mereka dari rasa sakit yang sebelumnya mereka rasakan. Selain itu, ingatan tentang rasa sakit seringkali memudar seiring waktu, terutama ketika wanita tersebut melihat bayinya yang baru lahir dan merasa segala usaha yang dilakukan telah terbayar.

Penelitian juga menunjukkan bahwa otak memiliki mekanisme khusus untuk melindungi diri dari ingatan yang terlalu menyakitkan. Mekanisme ini dikenal sebagai amnesia selektif, di mana otak secara alami memilih untuk melupakan pengalaman yang terlalu traumatis atau menyakitkan. Hal ini membantu wanita untuk lebih fokus pada pengalaman positif dan emosional dari melahirkan, daripada rasa sakit yang menyertainya.

Meskipun demikian, penting untuk dicatat bahwa pengalaman melahirkan berbeda-beda bagi setiap wanita. Beberapa wanita mungkin masih mengingat rasa sakit tersebut dengan jelas, sementara yang lain benar-benar melupakannya. Namun, penjelasan dari para pakar ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana tubuh dan pikiran bekerja bersama untuk membantu wanita melewati pengalaman melahirkan dengan lebih baik.

Dengan memahami mekanisme ini, diharapkan wanita dapat lebih siap secara mental dan fisik untuk menghadapi proses melahirkan. Selain itu, pengetahuan ini juga dapat membantu para profesional kesehatan dalam memberikan dukungan yang lebih baik kepada ibu yang sedang melahirkan.