Scroll to read post

Daging Sapi Mahal Jelang Idul Adha, Prabowo Minta Tunda Bangun Kantor Megah

Pauel Scott
Daging Sapi Mahal Jelang Idul Adha, Prabowo Minta Tunda Bangun Kantor Megah
Daging Sapi Mahal Jelang Idul Adha, Prabowo Minta Tunda Bangun Kantor Megah
A-AA+A++

bisnis.laksamana.id – 24 Mei 2026 | Kondisi pedagang daging sapi di Pasar Rumput, Jakarta Selatan, dan Pasar Senen, Jakarta Pusat, menunjukkan harga daging sapi yang masih mahal jelang Idul Adha. Harga daging sapi lokal di pasar tradisional Jakarta saat ini dibanderol antara Rp 140.000 hingga Rp 150.000 per kilogram, jauh di atas harga normal yang seharusnya berkisar Rp 120.000 hingga Rp 130.000 per kg. Pedagang mencatat bahwa kondisi ini sudah berlangsung sejak Ramadan dan Idul Fitri, menandakan anomali harga yang tidak biasa terjadi menjelang Idul Adha.

Kenaikan harga ini dipicu oleh beberapa faktor ekonomi. Pasokan sapi dari peternakan sedang seret, sementara permintaan dari masyarakat justru meningkat. Biaya pakan dan operasional lainnya juga mengalami kenaikan, yang secara langsung berdampak pada harga jual daging. Kondisi serupa juga ditemukan di Pasar Senen, di mana pedagang merasakan pasokan normal namun menduga adanya permainan harga dari hulu.

Dampak dari tingginya harga ini sangat terasa di tingkat konsumen dan pedagang. Mayoritas pembeli mengeluhkan mahalnya harga daging sapi, dan daya beli masyarakat disebut menurun drastis. Bagi pedagang, keuntungan mereka tergerus hingga 50 persen dari kondisi normal, membuat mereka pesimis akan adanya normalisasi harga dalam waktu dekat.

Presiden Prabowo Subianto juga menanggapi kondisi ini dengan meminta penundaan pembangunan kantor-kantor megah. Ia menekankan pentingnya memprioritaskan produktivitas dan menciptakan nilai tambah bagi negara dan masyarakat. Prabowo juga mengingatkan bahwa fokus pemerintah seharusnya adalah menciptakan lapangan kerja bagi rakyat, menghasilkan nilai tambah ekonomi, dan memperkaya bangsa Indonesia.

Tambak udang di Kebumen, Jawa Tengah, menjadi contoh proyek produktif yang berhasil meningkatkan produksi protein bagi rakyat dan juga sebagai komoditas ekspor untuk mendapatkan devisa negara. Prabowo merencanakan ekspansi serupa di berbagai wilayah lain, termasuk Waingapu, Gorontalo, dan hingga 14.000 hektare di jalur Pantura.

Kesimpulan, kondisi pedagang daging sapi di Jakarta masih mengalami kesulitan akibat harga daging sapi yang mahal jelang Idul Adha. Presiden Prabowo Subianto juga menekankan pentingnya memprioritaskan produktivitas dan menciptakan nilai tambah bagi negara dan masyarakat. Dengan demikian, diharapkan ada normalisasi harga dalam waktu dekat dan kesejahteraan masyarakat dapat dipulihkan.