Scroll to read post

IHSG dan Rupiah Melemah, KAI Kaji Pengembangan LRT ke Bogor

akbar Laksamana
IHSG dan Rupiah Melemah, KAI Kaji Pengembangan LRT ke Bogor
IHSG dan Rupiah Melemah, KAI Kaji Pengembangan LRT ke Bogor
A-AA+A++

bisnis.laksamana.id – 23 Mei 2026 | Pasar saham Indonesia terus mengalami fluktuasi, dengan IHSG mengalami penurunan signifikan pada perdagangan Jumat (22/5). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah, anjlok 2,02 persen atau kehilangan 122 poin ke level 5.972. Penurunan ini terjadi di tengah bursa saham Asia yang mayoritas justru menguat.

Pada hari itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga turut melemah. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah turun 47 poin atau 0,27 persen ke level Rp 17.714 per dolar AS. Di pasar logam mulia, harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) terpantau turun Rp 12.000 menjadi Rp 2.788.000 per gram, dengan harga jual kembali (buyback) di Rp 2.592.000 per gram. Sementara harga emas Galeri24 justru naik menjadi Rp 2.788.000 per gram dari sebelumnya Rp 2.756.000 per gram, dengan harga buyback Rp 2.615.000 per gram.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) juga masih mengkaji potensi pengembangan LRT hingga ke Bogor. Kajian ini bertujuan untuk menjustifikasi biaya investasi yang besar melalui peningkatan jumlah penumpang dan potensi pengembangan kawasan transit oriented development (TOD). Direktur Portofolio Management dan Teknologi Informasi KAI, I Gede Darmayusa, menyebut jalur Bogor saat ini menjadi kontributor sekitar 50 persen dari total 1,1 juta penumpang KRL harian yang dilayani KAI Commuter.

Selain ekstensi LRT, KAI juga melakukan studi penambahan jalur KRL menuju Bogor hingga Sukabumi, serta pembangunan emplacement 678 di Bogor yang diperkirakan dapat meningkatkan kapasitas sekitar 80 rangkaian per hari. KAI juga mempertimbangkan bahwa rangkaian KRL dengan 12 gerbong menawarkan daya angkut dua kali lebih besar dibandingkan LRT yang hanya terdiri dari empat gerbong. Langkah-langkah ini menunjukkan upaya KAI untuk mengurangi okupansi dan meningkatkan kenyamanan penumpang di Bogor Line.