Scroll to read post

Bank Tabungan Negara Catat Laba Bersih Rp 1,16 T per April 2026, Meningkat 55,84 Persen

Radi Geary
Bank Tabungan Negara Catat Laba Bersih Rp 1,16 T per April 2026, Meningkat 55,84 Persen
Bank Tabungan Negara Catat Laba Bersih Rp 1,16 T per April 2026, Meningkat 55,84 Persen
A-AA+A++

bisnis.laksamana.id – 21 Mei 2026 | Bank Tabungan Negara (BTN) mencatat laba bersih sebesar Rp 1,16 triliun per April 2026. Angka ini meningkat 55,84 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Laba ini didorong oleh penguatan fundamental bisnis, efisiensi biaya dana, serta pengelolaan kualitas aset yang semakin baik.

Pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) BTN meningkat menjadi Rp 4,67 triliun atau tumbuh 10,35 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, beban bunga menurun menjadi Rp 4,41 triliun atau turun 16,36 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

BTN juga mencatat laba operasional sebesar Rp 1,49 triliun atau meningkat 48,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penyaluran kredit BTN tercatat mencapai Rp 344,07 triliun atau tumbuh 8,70 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, optimistis transformasi bisnis yang dijalankan BTN akan terus memperkuat pertumbuhan kinerja perseroan. BTN juga memacu bisnis beyond mortgage untuk dapat memenuhi kebutuhan layanan keuangan masyarakat Indonesia.

BTN mencatatkan total aset perseroan meningkat menjadi Rp 445,70 triliun atau tumbuh 8,07 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dana pihak ketiga (DPK) BTN tercatat sebesar Rp 357,83 triliun tumbuh 6,31 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, porsi dana murah (CASA) mencapai 50 persen dari total DPK. Pencapaian ini menunjukkan bahwa BTN terus meningkatkan efisiensi biaya dana dan mengelola kualitas aset yang semakin baik.

BTN juga mencatatkan peningkatan penyaluran kredit yang signifikan. Penyaluran kredit BTN tercatat mencapai Rp 344,07 triliun atau tumbuh 8,70 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan ini menunjukkan bahwa BTN terus meningkatkan kemampuan untuk memberikan layanan keuangan yang lebih luas dan mendalam.

Penurunan beban bunga juga merupakan faktor yang signifikan dalam meningkatkan laba bersih BTN. Beban bunga menurun menjadi Rp 4,41 triliun atau turun 16,36 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penurunan ini menunjukkan bahwa BTN terus meningkatkan efisiensi biaya dana dan mengelola kualitas aset yang semakin baik.

Seiring dengan peningkatan laba bersih, BTN juga mencatatkan peningkatan laba operasional. Laba operasional BTN meningkat menjadi Rp 1,49 triliun atau tumbuh 48,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan ini menunjukkan bahwa BTN terus meningkatkan kemampuan untuk memberikan layanan keuangan yang lebih luas dan mendalam.

Kesimpulan, Bank Tabungan Negara (BTN) mencatat laba bersih sebesar Rp 1,16 triliun per April 2026. Angka ini meningkat 55,84 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan ini didorong oleh penguatan fundamental bisnis, efisiensi biaya dana, serta pengelolaan kualitas aset yang semakin baik. BTN juga mencatatkan peningkatan penyaluran kredit dan penurunan beban bunga. Peningkatan ini menunjukkan bahwa BTN terus meningkatkan kemampuan untuk memberikan layanan keuangan yang lebih luas dan mendalam.