bisnis.laksamana.id – 18 Mei 2026 | Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengungkapkan kekhawatirannya terkait dampak kecerdasan buatan (AI) terhadap kemampuan berpikir kritis dan kemandirian generasi muda. Hal ini disampaikan dalam acara konferensi nasional The Cornerstone yang membahas bagaimana AI mempengaruhi pendidikan dan karakter anak-anak saat ini.
Dalam forum tersebut, Anies menekankan bahwa penggunaan AI di kalangan remaja semakin berkembang dan dapat membentuk cara mereka belajar serta menyelesaikan masalah. Meskipun AI menawarkan banyak manfaat, terdapat kekhawatiran bahwa ketergantungan pada teknologi ini dapat melemahkan kemampuan berpikir kritis anak-anak.
Anies menegaskan pentingnya peran orang tua dan guru dalam membekali anak-anak dengan literasi teknologi yang bijak. Ia berpendapat bahwa pendekatan yang tepat bukanlah membatasi penggunaan AI, melainkan membekali anak dengan pengetahuan tentang kapan dan bagaimana seharusnya menggunakan teknologi tersebut. “Kalau seseorang disebut sangat menguasai AI, bukan karena dia banyak menggunakan AI, tapi karena dia tahu kapan tidak menggunakan AI,” ujarnya.
Ia menggambarkan AI sebagai “Superman” yang memiliki kekuatan besar, namun tetap memerlukan nilai moral dan pendidikan karakter dari orang tua agar dapat digunakan dengan baik. Anies juga menekankan bahwa teknologi tidak dapat menggantikan peran fundamental orang tua dalam membentuk karakter anak, dengan mencatat, “AI tidak pernah bisa menggantikan pelukan ayah dan ibunya.”
Di sisi lain, pelajar Matahati Sabri yang aktif dalam GENIUS Research Club juga memberikan pandangannya. Ia menyatakan bahwa meskipun AI sangat membantu dalam riset dan brainstorming, risiko ketergantungan tetap ada. “AI bikin kita merasa gak susah bikin tugas atau mikirin project,” ujarnya, menggarisbawahi tantangan yang dihadapi pelajar saat ini dalam mempertahankan kemampuan berpikir mandiri.
Pada kesempatan lain, Anies Baswedan juga berbagi berita mengenai keterlibatannya di tingkat internasional. Ia terpilih sebagai anggota Dewan Penasihat Komisi Kerajaan untuk Kota Riyadh, Arab Saudi. Dalam kapasitas ini, Anies diundang untuk memberikan masukan strategis terkait pengembangan kota global dan menghadiri Riyadh Competitiveness Forum. Di forum tersebut, ia berinteraksi dengan anggota dewan dari berbagai negara dan pihak pemerintah Arab Saudi untuk membahas peningkatan daya saing ibu kota tersebut.
Selain itu, Anies juga mengemukakan gagasan mengenai pentingnya pembentukan Kementerian Perkotaan di Indonesia. Ia percaya bahwa kementerian ini akan fokus pada pengembangan infrastruktur dan tata kota yang lebih efektif, serta beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang terus berubah.
Melalui berbagai aktivitas dan pernyataannya, Anies Baswedan menunjukkan komitmennya untuk tetap terlibat dalam isu-isu pendidikan dan pembangunan kota, baik di dalam maupun luar negeri. Di tengah tantangan perkembangan teknologi, ia berupaya untuk mendorong generasi muda agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pemikir kritis yang mandiri.









