Scroll to read post

Peran Perempuan dalam Mewujudkan Kemakmuran Bersama di Forum APEC Shanghai

shaib Oxley shaib
Peran Perempuan dalam Mewujudkan Kemakmuran Bersama di Forum APEC Shanghai
Peran Perempuan dalam Mewujudkan Kemakmuran Bersama di Forum APEC Shanghai
A-AA+A++

bisnis.laksamana.id – 18 Mei 2026 | Forum Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) yang berlangsung di Shanghai baru-baru ini menyoroti pentingnya peran perempuan dalam menciptakan kemakmuran yang inklusif dan berkelanjutan di kawasan ini. Dalam pertemuan tersebut, berbagai pemimpin dan pengusaha wanita dari negara-negara anggota APEC berkumpul untuk membahas tantangan dan peluang yang dihadapi oleh perempuan dalam ekonomi digital dan sektor lainnya.

Dalam sesi pembukaan, para pembicara menekankan bahwa pemberdayaan perempuan bukan hanya isu sosial, tetapi juga merupakan kunci untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Ekonomi yang inklusif, yang melibatkan partisipasi aktif perempuan, diyakini akan membawa dampak positif bagi perkembangan ekonomi secara keseluruhan.

Ketua APEC, yang juga merupakan menteri dari salah satu negara anggota, menyatakan bahwa “Mendorong keterlibatan perempuan dalam semua aspek ekonomi adalah langkah strategis yang harus diambil oleh semua negara anggota. Tanpa partisipasi perempuan, kita tidak akan mampu mencapai tujuan pembangunan yang telah disepakati bersama.”

Diskusi di forum ini juga mencakup berbagai inisiatif untuk meningkatkan akses perempuan terhadap teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Hal ini penting mengingat digitalisasi semakin mendominasi dunia bisnis dan ekonomi. Para pembicara menekankan perlunya pelatihan dan pendidikan yang lebih baik bagi perempuan agar mereka dapat bersaing di pasar kerja yang semakin kompetitif.

Miss Alice Mak, seorang pengusaha terkemuka dari Hong Kong, juga menjadi sorotan dalam forum ini. Ia berbagi pengalamannya dalam mempromosikan pengembangan perempuan di sektor bisnis dan menyatakan, “Perempuan memiliki potensi besar untuk berkontribusi pada ekonomi global. Namun, masih banyak hambatan yang harus diatasi, seperti akses ke modal dan jaringan bisnis.”

Forum ini juga membahas pentingnya kebijakan pemerintah dalam mendukung pengembangan perempuan. Sejumlah negara anggota APEC telah menerapkan kebijakan yang mendukung perempuan dalam bisnis, termasuk insentif pajak dan program pelatihan. Namun, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk memastikan bahwa semua perempuan, terutama yang berada di daerah pedesaan, dapat memanfaatkan peluang yang ada.

Dalam sesi penutup, para peserta sepakat untuk membentuk jaringan kerja yang fokus pada pemberdayaan perempuan di sektor ekonomi. Jaringan ini bertujuan untuk berbagi best practices dan mendukung satu sama lain dalam menghadapi tantangan yang ada. “Kita harus saling mendukung dan belajar dari satu sama lain agar perempuan dapat mengambil peran yang lebih besar dalam pembangunan ekonomi,” tambah seorang peserta dari Indonesia.

Secara keseluruhan, forum APEC di Shanghai berhasil menegaskan bahwa peran perempuan dalam ekonomi tidak dapat diabaikan. Dengan meningkatkan keterlibatan perempuan, APEC berharap dapat mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang lebih merata dan berkelanjutan di seluruh kawasan Asia-Pasifik.