Scroll to read post

Pernikahan Massal di Pulau Buru: Upaya Propaganda Orde Baru yang Terlupakan

Darya abra
Pernikahan Massal di Pulau Buru: Upaya Propaganda Orde Baru yang Terlupakan
Pernikahan Massal di Pulau Buru: Upaya Propaganda Orde Baru yang Terlupakan
A-AA+A++

bisnis.laksamana.id – 15 Mei 2026 | Pulau Buru, sebuah nama yang seringkali dihubungkan dengan peristiwa-peristiwa bersejarah dan kontroversial di Indonesia. Salah satu contoh yang paling menonjol adalah pernikahan massal yang diadakan oleh rezim Orde Baru di bawah kepemimpinan Soeharto pada tahun 1970-an. Pernikahan massal ini tidak hanya merupakan sebuah upaya untuk menutupi darah dan rintihan di pulau tersebut, tetapi juga merupakan bagian dari propaganda yang dirancang untuk menampilkan wajah yang damai dan harmonis dari pemerintahan Orde Baru.

Upaya propaganda ini dilakukan dengan menampilkan gambaran yang positif tentang pernikahan massal. Para pemerintah memilih lokasi-lokasi yang indah dan strategis untuk dijadikan tempat pernikahan, sehingga dapat menampilkan suasana yang damai dan harmonis. Mereka juga memilih pasangan-pasangan yang dianggap sebagai representasi dari keharmonisan dan kebahagiaan.

Tapi, di balik semua itu, pernikahan massal di Pulau Buru ternyata merupakan sebuah upaya untuk menutupi kekerasan dan penindasan yang dialami oleh warga pulau tersebut. Banyak warga yang masih ingat kekerasan dan penindasan yang dialami oleh mereka, dan mereka merasa bahwa pernikahan massal ini tidak lebih dari sebuah upaya untuk menutupi kebenaran.

Sejarah telah membuktikan bahwa upaya propaganda Orde Baru tidak lebih dari sebuah upaya untuk menutupi kebenaran. Pernikahan massal di Pulau Buru merupakan sebuah contoh yang menonjol dari upaya tersebut. Oleh karena itu, kita harus ingat akan kebenaran yang sebenarnya dan tidak membiarkan propaganda untuk menutupi kebenaran.