bisnis.laksamana.id – 14 Mei 2026 | Persaingan teknologi antara Amerika Serikat (AS) dan China kini merambah ke ranah sertifikasi perangkat telekomunikasi. Federal Communications Commission (FCC) secara resmi menyetujui regulasi yang melarang laboratorium di China dan Hong Kong untuk melakukan pengujian perangkat yang akan dipasarkan di wilayah AS.
Kebijakan teknis ini diprediksi membawa dampak signifikan bagi konsumen global, terutama pada potensi kenaikan harga jual perangkat. Dilansir dari Tekno, setiap gawai yang memancarkan frekuensi radio seperti smartphone, tablet, router, hingga laptop wajib mengantongi sertifikasi FCC sebelum diedarkan di pasar Amerika.
Proses sertifikasi ini mengharuskan produsen mengirimkan perangkat mereka ke laboratorium terakreditasi guna memastikan emisi dan kompatibilitas jaringan sesuai dengan standar keamanan. Data menunjukkan bahwa sekitar 75 persen perangkat yang masuk ke pasar AS selama ini melalui proses pengujian di laboratorium berbasis di China.
Sebelumnya, FCC telah mengumumkan rencana untuk membatasi akses laboratorium China dan Hong Kong untuk melakukan pengujian perangkat telekomunikasi. Namun, regulasi baru ini lebih ketat dan melarang sepenuhnya laboratorium tersebut dari proses sertifikasi.
Keputusan ini dipandang sebagai bagian dari upaya Amerika Serikat untuk membatasi kekuatan ekonomi China dan melindungi industri teknologi domestik.
Bagaimana keputusan FCC ini akan mempengaruhi industri teknologi dan konsumen global masih belum jelas. Namun, satu hal yang pasti adalah bahwa regulasi baru ini akan memiliki dampak signifikan pada pasar perangkat telekomunikasi.
Perlu diingat bahwa FCC telah menjadi sumber utama dalam memantau dan mengatur industri teknologi di Amerika Serikat. Keputusan mereka memiliki dampak yang luas dan dapat mempengaruhi kehidupan sehari-hari konsumen.
Apakah regulasi baru ini akan berhasil dalam melindungi industri teknologi Amerika Serikat dan menghambat kekuatan ekonomi China? Hanya waktu yang akan memberitahu.









