Scroll to read post

Zulkifli Hasan Soroti Peningkatan Harga Gabah dan Serapan Pupuk di Sektor Pertanian

Zulkifli Hasan Soroti Peningkatan Harga Gabah dan Serapan Pupuk di Sektor Pertanian
Zulkifli Hasan Soroti Peningkatan Harga Gabah dan Serapan Pupuk di Sektor Pertanian
A-AA+A++

bisnis.laksamana.id – 11 Mei 2026 | Kementerian Pangan yang dipimpin oleh Zulkifli Hasan baru-baru ini mengumumkan kabar positif bagi petani Indonesia. Dalam sebuah konferensi pers, Menko Pangan Zulkifli Hasan mengungkapkan bahwa harga gabah dari para petani mengalami peningkatan yang signifikan. Hal ini tentunya menjadi angin segar di tengah tantangan yang dihadapi oleh sektor pertanian.

Secara rinci, Zulkifli menyebutkan bahwa saat ini harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani telah mencapai Rp5.200 per kilogram. Angka ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan harga pada tahun sebelumnya. Peningkatan ini diharapkan dapat memberikan motivasi lebih kepada para petani untuk meningkatkan produksi mereka.

Selain itu, Zulkifli juga menginformasikan bahwa serapan pupuk di Indonesia mengalami peningkatan yang cukup mencolok. Hingga saat ini, serapan pupuk telah mencapai 9,55 juta ton. Peningkatan serapan pupuk ini merupakan bagian dari program pemerintah untuk memastikan ketersediaan pupuk bagi petani, yang pada gilirannya akan mendukung peningkatan hasil pertanian.

“Kami terus berupaya untuk memastikan bahwa kebutuhan pupuk para petani dapat terpenuhi. Dengan adanya peningkatan serapan pupuk, kami berharap hasil pertanian juga akan semakin meningkat,” tambahnya.

Pemerintah juga telah melakukan berbagai langkah strategis untuk mendukung sektor pertanian, termasuk penyediaan pupuk subsidi dan peningkatan akses petani terhadap teknologi pertanian. Zulkifli menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, petani, dan sektor swasta untuk mencapai ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Dalam konteks ini, Zulkifli menyoroti pentingnya perhatian terhadap harga gabah dan ketersediaan pupuk. Dengan harga yang lebih baik, diharapkan akan ada peningkatan dalam jumlah petani yang terlibat dalam produksi pangan. “Kami ingin para petani merasa diuntungkan dan termotivasi untuk terus bertani,” ujarnya.

Namun, Zulkifli juga mengingatkan bahwa tantangan di sektor pertanian masih ada, termasuk perubahan iklim dan fluktuasi harga bahan pokok. Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak untuk bersinergi dalam menciptakan solusi yang efektif dan berkelanjutan bagi para petani.

Peningkatan harga gabah dan serapan pupuk ini tentu memberikan harapan baru bagi sektor pertanian Indonesia. Di tengah berbagai tantangan, kebijakan yang tepat dan dukungan yang berkelanjutan akan menjadi kunci untuk mencapai ketahanan pangan yang lebih baik di masa depan.