bisnis.laksamana.id – 11 Mei 2026 | Presiden Joko Widodo menegaskan komitmen Indonesia untuk berinvestasi secara signifikan dalam ekonomi biru. Dalam sebuah acara di Jakarta, beliau menyatakan bahwa pengembangan sektor kelautan dan perikanan adalah salah satu prioritas utama untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan memperkuat ketahanan pangan di negara kepulauan ini.
“Ekonomi biru bukan hanya tentang memanfaatkan sumber daya laut kita, tetapi juga menjaga kelestariannya agar dapat dinikmati oleh generasi mendatang,” ujar Presiden Jokowi. Beliau menambahkan bahwa investasi dalam ekonomi biru diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia telah memperlihatkan langkah progresif dalam mendukung ekonomi biru. Hal ini tercermin melalui berbagai kebijakan yang diarahkan untuk meningkatkan produktivitas sektor perikanan dan menjaga keberlanjutan lingkungan laut. Salah satu inisiatif yang saat ini sedang dijalankan adalah penyediaan lebih dari 1.500 kapal penangkap ikan untuk membantu para nelayan di seluruh Indonesia, sehingga mereka dapat melakukan aktivitas penangkapan ikan dengan lebih efisien dan aman.
Selain itu, pemerintah juga berkomitmen untuk meratifikasi berbagai konvensi internasional yang berkaitan dengan perlindungan pekerja di sektor perikanan. Menteri Pertahanan Prabowo Subianto baru-baru ini menyetujui Konvensi ILO tentang Perlindungan Pekerja Perikanan, yang bertujuan untuk meningkatkan kondisi kerja dan kesejahteraan para nelayan.
Lebih jauh, Presiden Jokowi menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sipil dalam pengembangan ekonomi biru. “Kami perlu bekerja sama untuk menciptakan inovasi dan teknologi yang dapat mendukung pengelolaan sumber daya laut secara berkelanjutan,” katanya.
Dalam konteks global, komitmen Indonesia terhadap ekonomi biru juga sejalan dengan tujuan PBB untuk mencapai 17 Sustainable Development Goals (SDGs), yang mencakup pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan. Indonesia, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keseimbangan ekosistem maritim dan memberikan kontribusi terhadap keamanan pangan global.
Dengan potensi sumber daya laut yang melimpah, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pemimpin dalam ekonomi biru di kawasan Asia Tenggara. Namun, tantangan tetap ada, termasuk penangkapan ikan ilegal, perubahan iklim, dan polusi laut. Oleh karena itu, pendekatan holistik dan berkelanjutan sangat diperlukan untuk memastikan bahwa pembangunan sektor kelautan tidak merugikan lingkungan.
Presiden Jokowi juga mengajak semua pemangku kepentingan untuk mendukung gerakan ekonomi biru dengan cara yang inovatif. “Kami ingin agar setiap kebijakan yang dikeluarkan selaras dengan visi untuk melindungi laut kita sekaligus memaksimalkan manfaatnya bagi masyarakat,” imbuhnya.
Dengan langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah, diharapkan investasi dalam ekonomi biru dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional dan meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global. Peluang investasi di sektor ini sangat besar, mengingat potensi sumber daya laut yang belum sepenuhnya dimanfaatkan.
Ke depan, Indonesia bertekad untuk menjadi contoh bagi negara lain dalam pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan. Dengan meningkatkan investasi dalam ekonomi biru, Indonesia tidak hanya berupaya untuk mencapai kemakmuran ekonomi tetapi juga berkontribusi pada kelestarian lingkungan yang merupakan warisan penting bagi generasi mendatang.









