Scroll to read post

Tragedi di Tembagapura: Anak Perempuan Tewas Diduga Ditembak OPM

Rosmiya Patricea
Tragedi di Tembagapura: Anak Perempuan Tewas Diduga Ditembak OPM
Tragedi di Tembagapura: Anak Perempuan Tewas Diduga Ditembak OPM
A-AA+A++

bisnis.laksamana.id – 10 Mei 2026 | Seorang anak perempuan berusia sekitar 12–15 tahun dilaporkan tewas akibat luka tembak dalam insiden tragis di Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada Kamis (7/5). Kejadian ini menambah daftar panjang kekerasan yang terjadi di wilayah tersebut, diduga dilakukan oleh kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Guspi Waker.

Sebelumnya, personel Satgas TNI yang bertugas telah mendeteksi adanya pergerakan mencurigakan dari arah Camp David di seberang sungai. Setelah itu, terdengar dua kali letusan senjata api yang disusul dengan rentetan tembakan ke arah posisi Satgas TNI yang berada di sekitar pemukiman warga. Situasi ini menciptakan ketegangan yang luar biasa di tengah masyarakat sipil yang sedang beraktivitas.

Prajurit TNI yang berada di lokasi segera bertindak berdasarkan prinsip Rules of Engagement (ROE) dengan tindakan terukur dan profesional, serta menjunjung tinggi hak asasi manusia. Mereka mengevakuasi perempuan, anak-anak, dan warga lainnya ke tempat yang lebih aman sebelum melancarkan pengejaran terhadap kelompok bersenjata yang melarikan diri ke dalam hutan.

Dalam proses evakuasi, prajurit TNI menemukan anak perempuan tersebut yang mengalami luka tembak pada bahu kiri. Meskipun telah dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat, sayangnya, di perjalanan korban dinyatakan meninggal dunia akibat luka parah yang dideritanya. Peristiwa ini meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat setempat yang mendambakan kedamaian di Papua.

Pascakejadian, Satgas TNI Kewilayahan melanjutkan patroli pengamanan dan pendalaman terkait insiden ini. TNI juga meningkatkan pemantauan terhadap aktivitas kelompok OPM di wilayah Kalikuluk dan sekitarnya, sebagai bagian dari upaya untuk melindungi masyarakat Papua dari ancaman kekerasan. Komitmen TNI untuk melindungi warga Papua ditegaskan kembali, dengan tindakan yang cepat, terukur, dan sesuai prosedur, demi memastikan keamanan dan kedamaian masyarakat Papua dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tragedi ini menggambarkan betapa pentingnya upaya berkesinambungan untuk mencapai kedamaian di wilayah yang sering dilanda konflik ini. Semua pihak diharapkan dapat bekerja sama demi tercapainya Papua yang damai dan sejahtera tanpa ancaman kekerasan.