bisnis.laksamana.id – 05 Juli 2026 | Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa masih optimistis bahwa ekonomi Indonesia akan tumbuh 6% pada tahun ini, meskipun terdapat tantangan global seperti konflik geopolitik, perlambatan ekonomi dunia, dan gejolak pasar uang. Purbaya menegaskan bahwa pemerintah terus mengendalikan kebijakan fiskal sebagai penyangga utama perekonomian nasional, yang menurutnya tidak takut dengan situasi global dan akan terus menggerakkan mesin-mesin pertumbuhan.
Purbaya juga meluruskan anggapan bahwa pertumbuhan ekonomi sebesar 5,61 persen hanya ditopang belanja pemerintah. Ia menekankan bahwa kontribusi sektor swasta memiliki peran besar, tercermin dari peningkatan investasi, ekspansi dunia usaha, serta konsumsi masyarakat yang tetap terjaga. Kondisi ini menunjukkan kepercayaan pelaku usaha terhadap prospek ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian.
Di sisi lain, rencana pemerintah memperpanjang tenor Kredit Pemilikan Rumah (KPR) hingga 40 tahun dinilai tidak akan efektif jika tidak diimbangi dengan upaya menekan harga rumah dan suku bunga kredit. Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, menekankan bahwa permasalahan utama kepemilikan rumah saat ini adalah harga lahan dan harga bangunan yang tinggi, bukan semata lamanya tenor.
Bhima mengusulkan pemerintah perlu mengatasi spekulasi properti, memberikan subsidi pajak yang lebih tepat sasaran, dan memperbanyak pembangunan rumah susun (rusun) di perkotaan agar masyarakat, khususnya generasi muda dan keluarga baru, dapat mengakses hunian terjangkau. Ia khawatir manfaat dari tenor yang lebih panjang akan terbatas jika suku bunga KPR tetap mahal, menyebabkan sebagian besar cicilan awal hanya membayar bunga.
Penulis: Berikut adalah artikel yang menunjukkan keoptimisan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan rencana pemerintah memperpanjang tenor KPR hingga 40 tahun.









