Scroll to read post

Harga Telur Ayam Ras Rendah Akibat Produksi Melimpah dan Pasar yang Tidak Serap Maksimal

Harga Telur Ayam Ras Rendah Akibat Produksi Melimpah dan Pasar yang Tidak Serap Maksimal
Harga Telur Ayam Ras Rendah Akibat Produksi Melimpah dan Pasar yang Tidak Serap Maksimal
A-AA+A++

bisnis.laksamana.id – 16 Juni 2026 | Harga telur ayam ras saat ini tengah mengalami penurunan yang signifikan. Berdasarkan pantauan di Pasar Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, harga telur dibanderol sekitar Rp 26.000 per kg, sedangkan Harga Acuan Penjualan (HAP) di tingkat peternak mencapai Rp 26.500 per kg. Kondisi ini dinilai dipicu oleh melimpahnya produksi telur nasional yang tidak diimbangi dengan penyerapan pasar yang optimal.

Ketua Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (KPUS) Kabupaten Kendal, Suwardi, mengatakan bahwa Indonesia telah mencapai kondisi swasembada telur. Bahkan, produksi nasional disebut mengalami kelebihan pasokan atau oversupply sebesar 15 persen. Hal ini diperparah oleh kondisi daya beli warga masyarakat yang rendah akibat kenaikan kurs rupiah yang tinggi dan peredaran uang di bawah kurang.

Biaya produksi yang kian naik juga menjadi salah satu faktor yang memperburuk situasi ini. Menurut Suwardi, harga pakan pabrikan telah naik empat kali dalam dua bulan terakhir, dengan total kenaikan sekitar Rp 1.000 hingga Rp 1.200 per kg. Oleh karena itu, peternak berharap pemerintah dapat menghadirkan program yang mampu meningkatkan penyerapan telur nasional.

Salah satu usulan yang disampaikan adalah menambah porsi telur dalam program bantuan pangan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Langkah ini tidak hanya membantu pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga dapat mengurangi kelebihan pasokan yang saat ini membebani peternak.

Mengingat kondisi yang memburuk ini, pemerintah perlu segera mengambil tindakan untuk meningkatkan penyerapan telur nasional. Dengan demikian, peternak dapat terhindar dari kerugian dan industri telur dapat tetap stabil.