Scroll to read post

Harga Minyak Terendah dan Elon Musk Jadi Triliuner Pertama di Dunia

Pauel Scott
Harga Minyak Terendah dan Elon Musk Jadi Triliuner Pertama di Dunia
Harga Minyak Terendah dan Elon Musk Jadi Triliuner Pertama di Dunia
A-AA+A++

bisnis.laksamana.id – 15 Juni 2026 | Harga minyak mentah mengalami penurunan signifikan sejak awal meletusnya perang AS-Israel dengan Iran. Pasar mengalami kelebihan pasokan sebelum perang pecah pada Februari, dengan minyak mentah Brent, patokan global, berada di kisaran USD 70 per barel. Penurunan harga juga dipercepat oleh pasar yang menemukan cara untuk mengatasi penutupan Selat Hormuz, jalur pelayaran yang dilewati sekitar seperlima minyak dunia sebelum perang. Dalam beberapa minggu terakhir, semakin banyak kapal yang melintasi jalur air tersebut dengan sinyal satelit dimatikan, sementara penurunan impor China dan lonjakan ekspor AS juga membantu menyeimbangkan pasar.

Elon Musk resmi menjadi triliuner pertama di muka bumi usai perusahaannya, Space Exploration Technologies Corp atau SpaceX, melakukan penawaran saham perdana (IPO) senilai USD 75 miliar atau setara Rp 1.333 triliun. Dikutip dari Bloomberg, Minggu (14/6), saham SpaceX dibuka pada harga USD 150 per lembar di Nasdaq pada pukul 11.46 waktu New York, atau 11 persen di atas harga penawaran IPO sebesar USD 135. Saham tersebut kemudian melonjak hingga mencapai USD 168,75. Kenaikan itu membuat Musk menjadi triliuner pertama di dunia sekaligus mendorong kapitalisasi pasar SpaceX melampaui USD 2 triliun.

IPO di Nasdaq mendorong valuasi SpaceX menembus USD 2 triliun pada Jumat (12/6), melampaui kapitalisasi pasar Tesla yang berada di kisaran USD 1,5 triliun. Nilai IPO tersebut langsung menjadikan perusahaan yang bergerak di bidang roket dan satelit itu sebagai salah satu perusahaan publik terbesar di dunia. Orang-orang melihat roket SpaceX Starship di Starbase, Texas, seperti yang terlihat dari Pulau South Padre, Senin (25/8/2025). Foto: Ronaldo Schemidt/AFP

Terlepas dari tingginya antusiasme, banyak investor tetap skeptis bahwa perusahaan yang belum membukukan keuntungan layak memperoleh valuasi sebesar itu. Kepala Riset di Energy Group Capital Group, Amanda Lyons, menyatakan bahwa secara fundamental, valuasi berdasarkan metode penjumlahan bagian-bagian bisnis (sum-of-the-parts) menurutnya hanya sekitar USD 600 miliar, atau sekitar sepertiga dari kapitalisasi pasar saat IPO. Meski penggemar Musk berharap SpaceX dapat mencatat pertumbuhan yang setara atau bahkan melampaui Tesla, perusahaan ini juga berpotensi menghadapi kekhawatiran valuasi yang selama bertahun-tahun membayangi Tesla.

Kesimpulan, harga minyak mentah terendah sejak Maret 2026 dan Elon Musk menjadi triliuner pertama di dunia setelah SpaceX melakukan penawaran saham perdana (IPO) senilai USD 75 miliar.