Scroll to read post

Jelang Pemulangan Jemaah Gelombang 2, Koper Ditimbang untuk Mencegah Kendala Teknis

Jelang Pemulangan Jemaah Gelombang 2, Koper Ditimbang untuk Mencegah Kendala Teknis
Jelang Pemulangan Jemaah Gelombang 2, Koper Ditimbang untuk Mencegah Kendala Teknis
A-AA+A++

bisnis.laksamana.id – 15 Juni 2026 | Pada Minggu (14/6), proses penimbangan koper besar jemaah haji Indonesia gelombang kedua di Madinah telah dimulai. Penimbangan ini dilakukan untuk memastikan bahwa koper tidak melebihi berat yang ditentukan oleh maskapai. Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Madinah, Khalilurrahman, menjelaskan bahwa pengumpulan dan penimbangan barang bawaan ini wajib dilakukan jauh-jauh hari sebelum jadwal penerbangan untuk menghindari kendala teknis saat di bandara.

Penimbangan ini dilakukan secara bertahap, dengan jadwal pertama di KJT 21 dan LOP 10. Proses penimbangan ini juga berfungsi sebagai filter awal untuk memastikan berat koper agar tidak melebihi regulasi maskapai, sekaligus mendeteksi keberadaan barang-barang yang dilarang dalam penerbangan internasional.

Khalilurrahman menekankan pentingnya ketepatan waktu dalam proses penimbangan ini, karena jadwal penerbangan perdana untuk gelombang kedua sudah dekat. Pemulangan perdana dari Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah akan bergulir mulai dini hari esok, tanggal 16 Juni 2026.

Penimbangan koper besar jemaah haji di Madinah jelang kepulangan ke Indonesia juga bertujuan untuk mencegah keselamatan jemaah. Dengan demikian, proses pembongkaran koper yang terindikasi bermasalah wajib disaksikan oleh jajaran fungsional kloter.

Saat ditanya tentang masih adanya jemaah yang mencoba memasukkan air zamzam ke dalam koper, Khalilurrahman menyatakan bahwa edukasi dan sosialisasi telah dilakukan secara masif sejak manasik di tanah air. Ia kembali mengimbau jemaah untuk tidak melakukan itu.

Penimbangan koper besar jemaah haji di Madinah jelang kepulangan ke Indonesia ini juga merupakan langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk memastikan keamanan dan keselamatan jemaah. Dengan demikian, proses pembongkaran koper yang terindikasi bermasalah dapat dilakukan dengan efektif dan efisien.