Scroll to read post

Arashi Menggelar Konser Perpisahan yang Menghasilkan Ekonomi Rp 13,7 Triliun di Jepang

Darya abra
Arashi Menggelar Konser Perpisahan yang Menghasilkan Ekonomi Rp 13,7 Triliun di Jepang
Arashi Menggelar Konser Perpisahan yang Menghasilkan Ekonomi Rp 13,7 Triliun di Jepang
A-AA+A++

bisnis.laksamana.id – 11 Juni 2026 | Tur konser perpisahan grup idol Jepang, Arashi, yang berlangsung sejak Maret hingga Mei lalu, menghasilkan dampak ekonomi sekitar Rp 13,7 triliun di Jepang. Diperkirakan, 800 ribu orang penonton yang hadir di 15 pertunjukan di 5 kota, antara lain Hokkaido, Tokyo, Aichi, Fukuoka, dan Osaka, meninggalkan Rp 137,5 miliar yen (sekitar Rp 13,7 triliun) di setiap kota penyelenggara.

Dikatakan oleh Mitsumasa Eto, kepala peneliti di Keizai Koka.NET, bahwa rata-rata pengeluaran penonton konser mencapai 61.371 yen (sekitar Rp 6,8 juta). Ia menambahkan bahwa skala pengeluaran luar biasa dan bahkan dibandingkan dengan konser musik skala besar di masa lalu, tidak ada konser berdurasi 3,5 jam yang menghasilkan tingkat pengeluaran konsumen seperti ini.

Dalam konser terakhir, harga tiket 12.000 yen (sekitar Rp 1,3 juta) termasuk pajak, di mana pendapatan tiket diperkirakan mencapai 10,9 miliar yen (sekitar Rp 1,21 triliun). Selain itu, konser terakhir disiarkan secara langsung (live streaming) dengan tiket menonton mulai dari 3.900 yen (sekitar Rp 435 ribu), dan pendapatan live streaming diperkirakan mencapai 7,6 miliar yen (sekitar Rp 846,85 miliar).

Penjualan merchandise resmi juga menyumbang sebagian besar pengeluaran. Permintaan untuk barang-barang eksklusif tur dan barang-barang kenangan sangat kuat, sehingga pengeluaran individu berkisar beberapa ribu yen hingga puluhan ribu yen. Bahkan, banyak penggemar yang melakukan perjalanan jauh untuk menghadiri konser dan meninggalkan Rp 5,8 miliar yen (sekitar Rp 646,28 miliar) untuk transportasi, Rp 6,7 miliar yen (sekitar Rp 747,83 miliar) untuk akomodasi, dan Rp 4 miliar yen (sekitar Rp 445,61 miliar) untuk makanan dan minuman.

Arashi mengakhiri aktivitasnya yang telah berjalan selama 26,5 tahun pada akhir Mei lalu dengan menggelar konser di 5 kota di Jepang. Para penggemar berbondong-bondong datang untuk melihat Arashi tampil untuk yang terakhir kalinya.

Jadi, tur konser perpisahan Arashi tidak hanya menghasilkan ekonomi Rp 13,7 triliun, tetapi juga meninggalkan kenangan indah bagi penggemarnya.

Bahkan, efek domino di kota-kota penyelenggara mencapai Rp 75 miliar yen (sekitar Rp 8,35 triliun) atau lebih dari setengah dari total perkiraan dampak ekonomi. Peningkatan permintaan juga meluas ke bisnis yang terkait dengan operasional tempat acara, keamanan, dan transportasi.