Scroll to read post

Pelatih Perbakin Surabaya Diduga Lecehkan Atlet Di Bawah Umur, Kasus Ditangani Polisi

Pelatih Perbakin Surabaya Diduga Lecehkan Atlet Di Bawah Umur, Kasus Ditangani Polisi
Pelatih Perbakin Surabaya Diduga Lecehkan Atlet Di Bawah Umur, Kasus Ditangani Polisi
A-AA+A++

bisnis.laksamana.id – 11 Juni 2026 | Seorang pelatih dan pengurus Persatuan Menembak dan Berburu Seluruh Indonesia (Perbakin) Kota Surabaya, berinisial JL, diduga melecehkan dan melakukan kekerasan seksual terhadap seorang atlet di bawah umur. Kasus ini masih dalam penanganan polisi.

Kasus ini mencuat setelah salah satu akun Instagram mengunggah foto tulisan yang diduga dari korban. Dalam unggahan tersebut, pelaku melancarkan aksinya beberapa kali dengan modus memberikan hukuman.

Awal mulanya, pelaku memberi hukuman fisik kepada korban karena keseringan jatuhin mag. Namun, pada suatu waktu, pelaku menagih hukuman fisiknya kepada korban di dalam ruangan. Korban merasa curiga, tetapi tidak bisa berbuat apa-apa dan menuruti perintah pelaku dengan dalih memberikan hukuman.

Pelaku juga menghukum korban di mobil setelah selesai latihan. Korban menuruti perintah pelaku karena takut akan hukuman.

Pihak KONI Surabaya telah memecat terduga pelaku setelah kasus itu terungkap. Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Surabaya, Arderio Hukom, menyampaikan bahwa terduga pelaku bukanlah pelatih resmi Perbakin Surabaya, tetapi hanya pengurus yang sering ikut melatih para atlet.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Surabaya, Ida Widayati, membenarkan adanya laporan terkait hal tersebut. Pihaknya saat ini tengah memproses laporan tersebut.

Kasatres Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA-PPO) Surabaya, AKBP Melatisari, juga menyampaikan bahwa pihaknya saat ini tengah memproses laporan tersebut.

Pihak Perbakin dan KONI Surabaya siap mengawal kasus ini ke jalur hukum dan mendampingi korban untuk membuat laporan ke pihak Kepolisian.

Kesimpulan, kasus ini menunjukkan bahwa olahraga harus menjadi ruang yang aman dan nyaman untuk semua pihak, terutama anak-anak di usia dini.