bisnis.laksamana.id – 12 Mei 2026 | Wabah hantavirus yang terjadi di kapal pesiar mewah MV Hondius kini menjadi sorotan dunia setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi tujuh kasus infeksi dan tiga kematian terkait virus tersebut. Para penumpang dan kru dari berbagai negara terpaksa menjalani evakuasi setelah adanya laporan infeksi yang muncul dari perjalanan kapal di Amerika Selatan.
Menurut informasi yang dirilis oleh WHO pada Selasa, 12 Mei 2026, dari tujuh kasus terkonfirmasi, dua di antaranya adalah warga negara Belanda yang meninggal dunia. Pasangan suami istri ini melakukan perjalanan di Argentina sebelum bergabung dengan kapal di Ushuaia pada 1 April. Sang suami berusia 70 tahun mulai menunjukkan gejala pada 6 April dan meninggal pada 11 April, sementara istrinya berusia 69 tahun meninggal setelah terbang dari Saint Helena ke Johannesburg pada 26 April.
Kasus ketiga berasal dari dokter kapal yang dinyatakan positif terinfeksi strain Andes hantavirus. Ia mulai mengalami gejala pada 30 April dan telah dievakuasi ke Belanda untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Kesehatannya kini dilaporkan stabil.
Hantavirus, yang disebarkan melalui kontak erat, berbeda jauh dari virus Corona yang menyebabkan COVID-19. Epidemiolog penyakit menular WHO, Maria van Kerkhove, menegaskan bahwa risiko penyebaran di masyarakat umum masih tergolong rendah. Hal ini disampaikan untuk meredakan kepanikan yang muncul di tengah masyarakat seiring dengan berita mengenai wabah tersebut.
Di Indonesia, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengidentifikasi seorang Warga Negara Asing berusia 60 tahun yang berkontak erat dengan pasien terinfeksi dari kapal tersebut. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa ia negatif hantavirus, namun Kemenkes tetap melakukan pemantauan dan investigasi epidemiologi untuk mencegah kemungkinan penularan lebih lanjut.
Evakuasi penumpang terakhir dari MV Hondius dilakukan pada 12 Mei 2026 di Tenerife, Spanyol, menandai berakhirnya masa karantina kapal tersebut. Proses evakuasi ini melibatkan lebih dari 90 penumpang yang menjalani pemeriksaan medis sebelum repatriasi. Otoritas kesehatan di 23 negara, termasuk Inggris dan Amerika Serikat, kini melakukan pelacakan kontak untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.
Wabah ini menjadi peringatan akan potensi risiko kesehatan global, meskipun WHO menyatakan bahwa wabah hantavirus bukanlah awal dari pandemi baru. Masyarakat diminta untuk tetap tenang dan mengikuti perkembangan informasi dari sumber resmi.








