Scroll to read post

Veda Ega Pratama dan Dominasi Honda Team Asia di Moto3 Catalunya 2026

Raaqiyah Suginah
Veda Ega Pratama dan Dominasi Honda Team Asia di Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama dan Dominasi Honda Team Asia di Moto3 Catalunya 2026
A-AA+A++

bisnis.laksamana.id – 14 Mei 2026 | Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, yang memperkuat Honda Team Asia, siap untuk kembali bersaing dalam seri Moto3 Catalunya 2026 yang akan berlangsung pada 15-17 Mei. Keberhasilan Veda di beberapa seri sebelumnya menjadikannya salah satu pembalap yang patut diperhitungkan dalam kejuaraan ini.

Veda Ega Pratama menunjukkan performa impresifnya dengan berada di peringkat kelima klasemen sementara Moto3 2026, mengumpulkan total 50 poin. Prestasi ini lebih baik dibandingkan dengan debut dua legenda MotoGP, Marc Marquez dan Valentino Rossi, dalam lima seri awal mereka di kelas 125cc. Veda bahkan telah meraih podium ketiga di Brasil dan menunjukkan konsistensi dengan finis keempat di Prancis.

Di Sirkuit Catalunya, Veda memiliki rekam jejak yang cukup baik. Pada kejuaraan FIM JuniorGP 2025, ia pernah finis di posisi keenam dan kedelapan, mengungguli rekan setimnya, Hakim Danish, yang finis di posisi kesembilan dan keenam pada dua balapan tersebut. Meskipun Hakim Danish memiliki pengalaman lebih banyak di Catalunya, Veda menunjukkan bahwa ia mampu bersaing di trek ini dengan percaya diri.

Menjelang balapan di Catalunya, Veda Ega dihadapkan pada persaingan ketat dengan pembalap-pembalap lain seperti Valentin Perrone dan Alvaro Carpe yang posisinya hanya terpaut beberapa poin di atas Veda. Keberhasilan di Catalunya dapat membuka peluang bagi Veda untuk menaikkan posisinya di klasemen dan memperkuat statusnya sebagai rookie terbaik musim ini.

Keberhasilan Veda Ega Pratama dalam beberapa seri awal Moto3 2026 tidak hanya menunjukkan potensi besar dari pembalap muda ini, tetapi juga menyoroti peran penting Honda Team Asia dalam membina dan mendukung talenta-talenta muda dari Asia. Dengan dukungan tim yang solid dan kematangan Veda dalam menghadapi berbagai kondisi balapan, peluang untuk mencetak sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama di MotoGP semakin terbuka lebar.