Scroll to read post

TNI Jangan Buru-buru Dicap Militerisme, Prajurit Tetap Berpegang pada Tugas Pokok

Darya abra
TNI Jangan Buru-buru Dicap Militerisme, Prajurit Tetap Berpegang pada Tugas Pokok
TNI Jangan Buru-buru Dicap Militerisme, Prajurit Tetap Berpegang pada Tugas Pokok
A-AA+A++

bisnis.laksamana.id – 09 Juni 2026 | Tidak lama setelah kebijakan pemerintah mengenai ketahanan negara dan keamanan nasional, terdengar suara-suara yang mempertanyakan identitas TNI. Apakah TNI masih tetap sebagai alat negara yang menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat? Atau sudah mulai berubah menjadi militerisme yang berbahaya bagi demokrasi?

Menanggapi pernyataan tersebut, Kapuspen TNI, Letnan Jenderal TNI Eko Dedy Suharto, menegaskan bahwa TNI tetap berpegang pada tugas pokok dan jati dirinya sebagai alat negara. TNI tidak pernah menjadi militerisme, kata Eko Dedy Suharto dalam sebuah pernyataan.

Eko Dedy Suharto juga menambahkan bahwa TNI tidak pernah memiliki tujuan untuk mengendalikan pemerintah atau mengganggu keamanan masyarakat. Sebaliknya, TNI bertujuan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, serta melindungi negara dari ancaman-ancaman luar, kata Eko Dedy Suharto.

Perlu diingat bahwa TNI telah memiliki sejarah yang panjang dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Dari perang kemerdekaan hingga hari ini, TNI telah selalu berperan penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Sebaliknya, militerisme adalah bentuk pemerintahan yang menggunakan kekuatan militer untuk mengendalikan masyarakat. Hal ini dapat menyebabkan kehilangan kebebasan individu dan kehancuran demokrasi.

Dalam kesimpulan, TNI tetap berpegang pada tugas pokok dan jati dirinya sebagai alat negara. TNI tidak pernah menjadi militerisme dan tidak pernah memiliki tujuan untuk mengendalikan pemerintah atau mengganggu keamanan masyarakat. Oleh karena itu, kita harus menghargai peran TNI dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.