bisnis.laksamana.id – 19 Mei 2026 | Masih dalam suasana meriahnya bulan Ramadan, jemaah Indonesia yang akan menunaikan ibadah haji tahun ini harus mempersiapkan diri dengan baik. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah proses mobilisasi menuju Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Oleh karena itu, Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI mengingatkan jemaah Indonesia untuk mengikuti arahan petugas saat pemberangkatan menuju Arafah guna menghindari penumpukan dan kelelahan di jalur Armuzna.
Anggota Timwas Haji DPR RI 2026, Abdul Wachid, menyoroti kebiasaan sebagian jemaah yang turun lebih awal dari kendaraan sebelum ada instruksi petugas. Ia menekankan bahwa kedisiplinan jemaah menjadi faktor penting dalam kelancaran mobilisasi. "Terutama jemaah jangan grusa-grusu, jangan tergesa-gesa. Jadi menunggu perintah daripada ketua rombongan untuk turun. Jangan sampai turun duluan, sehingga menunggu berjam-jam di bawah," kata Abdul Wachid.
Wakil Ketua Komisi VIII DPR itu menilai kondisi tersebut berisiko membahayakan jemaah, terutama lansia dan kelompok rentan, karena harus menunggu dalam suhu panas ekstrem tanpa perlindungan memadai. Oleh karena itu, Timwas Haji DPR RI akan melakukan pengecekan langsung terhadap pola transportasi dan pengaturan pergerakan jemaah saat fase Armuzna.
Petugas Diminta Perkuat KomunikasiSelain kesiapan transportasi, politikus Partai Gerindra tersebut meminta petugas haji memperkuat komunikasi kepada jemaah sejak di kloter agar proses mobilisasi berjalan lebih disiplin dan terkoordinasi. Timwas berharap pelaksanaan puncak haji 2026 dapat berjalan lebih baik dibanding tahun sebelumnya, terutama dalam aspek kenyamanan, keamanan, dan keselamatan jemaah Indonesia.
Dalam keseluruhan, Timwas DPR RI mengingatkan jemaah Indonesia untuk mengikuti arahan petugas dan tidak melakukan kebiasaan sembarangan saat proses mobilisasi menuju Arafah. Dengan demikian, jemaah dapat tetap selamat dan nyaman selama melaksanakan ibadah haji.









