bisnis.laksamana.id – 12 Mei 2026 | Surabaya – Kepala Sekolah Pusat Pengembangan Pendidikan Guru (SPPG) Tembok Dukuh, Surabaya, mengeluarkan pernyataan resmi meminta maaf kepada masyarakat setelah terjadinya dugaan keracunan massal yang melibatkan Makanan Berbasis Gluten (MBG). Insiden ini melibatkan sejumlah siswa yang diduga mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan yang disediakan di sekolah.
Dalam konferensi pers yang digelar pada hari Selasa (24/10), Kepala SPPG Tembok Dukuh, Ibu Ani Setiawati, menyampaikan rasa penyesalan yang mendalam atas kejadian tersebut. “Kami sangat menyesal atas apa yang terjadi dan berharap semua korban bisa segera pulih,” ungkapnya dengan nada serius.
Menanggapi situasi ini, pihak pengelola SPPG Tembok Dukuh segera melakukan langkah-langkah mitigasi. Distribusi makanan di sekolah dihentikan sementara sampai investigasi lebih lanjut dilakukan. Ibu Ani menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menyelidiki sumber keracunan dan memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
“Kami juga siap untuk menanggung biaya pengobatan bagi para siswa yang terdampak. Kesehatan dan keselamatan siswa adalah prioritas utama kami,” tambahnya. Pihak sekolah telah bekerja sama dengan dinas kesehatan setempat untuk melakukan pemeriksaan terhadap makanan yang disajikan dan mencari tahu penyebab pasti dari keracunan ini.
Di samping itu, Ibu Ani juga meminta kepada masyarakat dan orang tua untuk tidak panik dan tetap tenang. “Kami akan memberikan informasi yang transparan dan akurat mengenai perkembangan situasi ini,” ujarnya.
Kasus keracunan makanan di sekolah bukanlah hal baru di Indonesia. Sebelumnya, beberapa insiden serupa pernah terjadi di berbagai institusi pendidikan, yang menimbulkan keresahan di kalangan orang tua dan masyarakat. Oleh karena itu, langkah-langkah preventif yang ketat dan perhatian terhadap kualitas bahan makanan sangat penting untuk mencegah kejadian serupa.
Pihak SPPG Tembok Dukuh juga berencana untuk mengadakan seminar bagi para guru dan staf tentang keamanan pangan dan cara menyiapkan makanan yang sehat untuk siswa. Ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kewaspadaan dalam penyediaan makanan di sekolah.
Selain itu, pihak sekolah juga berjanji untuk meningkatkan komunikasi dengan orang tua siswa mengenai setiap kegiatan yang berkaitan dengan penyediaan makanan. Hal ini bertujuan agar orang tua dapat lebih memahami dan berpartisipasi dalam memastikan keamanan dan kesehatan anak-anak mereka.
Sebagai langkah selanjutnya, pihak SPPG Tembok Dukuh akan melakukan audit menyeluruh terhadap semua pemasok makanan yang bekerja sama dengan sekolah. Ini termasuk pemeriksaan terhadap standar kebersihan dan keamanan produk yang mereka tawarkan.
Dengan insiden ini, diharapkan semua pihak dapat belajar dan meningkatkan standar keamanan pangan di lingkungan pendidikan. Keselamatan siswa adalah tanggung jawab bersama, dan semua pihak harus berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman dan sehat bagi generasi penerus.







