bisnis.laksamana.id – 28 Mei 2026 | Pada Kamis, 28 Mei 2026, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mencapai rekor terburuk sepanjang masa, dengan nilai Rp 17.859 per dolar AS. Kondisi ini terjadi pada saat ketidakpastian perang AS dan Iran serta kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) meningkat.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pelemahan rupiah belum menjadi ancaman bagi APBN. Namun, dia memastikan pemerintah telah memperhitungkan skenario pelemahan nilai tukar sejak awal dan telah menghitung asumsi kurs beserta simulasi harga minyak dunia yang lebih tinggi.
Meski rupiah melemah, pasar obligasi masih menunjukkan kondisi yang relatif terkendali. Hal ini didukung oleh langkah pemerintah dan berbagai pihak yang menjaga stabilitas pasar sehingga gejolak tidak semakin dalam.
Menyikapi kondisi ini, Purbaya menegaskan bahwa tidak ada masalah yang perlu diatasi. Ia juga menambahkan bahwa pertumbuhan yield bond telah turun, sehingga tidak ada alasan untuk melakukan perhitungan ulang terhadap APBN.
Jadi, bagaimana kondisi ekonomi Indonesia sekarang? Apakah pelemahan rupiah akan berdampak pada APBN? Simak terus artikel ini untuk mengetahui lebih lanjut.









