bisnis.laksamana.id – 13 Mei 2026 | Proyek ambisius Trump Tower di Gold Coast, Australia, mengalami hambatan besar setelah Trump Organization memutuskan untuk menarik diri dari kolaborasi tersebut. Keputusan ini diambil setelah mitra lokal mereka, Altus Property Group, dinilai gagal memenuhi kewajiban finansial yang telah disepakati dalam perjanjian awal.
Dalam sebuah pernyataan resmi, Trump Organization mengungkapkan kekecewaannya setelah beberapa bulan negosiasi yang tidak membuahkan hasil memuaskan. Proyek yang direncanakan bernilai sekitar USD 1,5 miliar ini awalnya dirancang untuk menjadi menara hotel dan apartemen setinggi 91 lantai di Surfers Paradise. Namun, ketidakmampuan Altus Property Group untuk memenuhi kewajiban keuangan mendasar yang jatuh tempo akhirnya memaksa Trump Organization untuk mundur.
Menanggapi keputusan tersebut, CEO Altus Property Group, David Young, menyatakan bahwa keputusan berpisah ini bukan semata-mata karena kewajiban yang tidak terpenuhi. Menurutnya, merek Trump yang semakin tidak populer di Australia menjadi salah satu pertimbangan dalam keputusan ini. Young juga menegaskan bahwa proyek menara tersebut akan tetap berjalan dan pihaknya saat ini tengah bernegosiasi dengan beberapa merek ternama lainnya.
Sebelumnya, proyek pembangunan menara ini sempat mendapat penolakan dari kelompok advokasi sayap kiri di Australia, GetUp!. Kelompok ini berhasil mengumpulkan lebih dari 120.000 tanda tangan dalam petisi yang menolak pembangunan Trump Tower, mencerminkan sentimen publik yang tidak setuju dengan kehadiran merek Trump di negara tersebut.
Altus Property Group sebelumnya memperkirakan bahwa menara ini akan menjadi yang tertinggi di Australia dengan biaya pembangunan hampir mencapai AUD 1,5 miliar atau sekitar USD 1,1 miliar. Namun, dengan mundurnya Trump Organization, masa depan proyek ini kini bergantung pada negosiasi dengan mitra baru yang potensial.
Perpisahan ini menandai akhir dari kolaborasi yang seharusnya memperkuat kehadiran merek Trump di pasar internasional. Meski demikian, Trump Organization masih berharap dapat mengeksplorasi proyek-proyek potensial lainnya di Australia di masa mendatang.







