bisnis.laksamana.id – 20 Juni 2026 | Malam 1 Suro di Pura Mangkunegaran Solo menjadi perhatian publik karena kehadiran seorang pria berkebaya. Acara tersebut merupakan salah satu ritual adat yang sangat sakral bagi masyarakat Jawa. Pria tersebut, Rahadian M Saputra, mengenakan kebaya hitam dan kain batik, yang merupakan busana tradisional wanita di Jawa.
Kejadian ini menjadi sorotan karena busana tradisional laki-laki di Jawa biasanya berbeda dengan yang dipakai oleh Rahadian. Biasanya, laki-laki mengenakan beskap lengkap dengan kain jarik dan blangkon. Hal ini membuat banyak orang bertanya-tanya, siapa yang memberi izin kepada Rahadian untuk mengenakan busana tersebut.
Paola Serena, teman Rahadian, menjawab beberapa komentar netizen dan mengatakan bahwa Rahadian mengaku sudah mendapat izin. Namun, Paola tidak tahu pasti siapa yang memberi izin tersebut. Lewat video klarifikasi, Paola meminta maaf atas kegaduhan yang ditimbulkan oleh postingannya dan mengatakan bahwa dia tidak memiliki niat buruk untuk menodai kesakralan acara Malam 1 Suro.
Mangkunegaran, sebagai keraton yang menggelar acara tersebut, juga menyatakan bahwa mereka tidak pernah memberikan izin kepada siapa pun untuk mengenakan busana yang berbeda dari yang telah ditetapkan. Mereka juga menyatakan bahwa acara Malam 1 Suro merupakan salah satu ritual adat yang sangat sakral dan harus dihormati.
Rahadian sendiri mengakui kesalahannya dan meminta maaf atas tindakannya. Dia menyadari bahwa mengenakan busana wanita di acara sakral tersebut menunjukkan kurangnya pemahaman dan penghormatan terhadap nilai adat dan budaya Jawa. Dia juga berjanji tidak akan mengulangi kesalahan tersebut di masa depan.
Kejadian ini menunjukkan bahwa masih ada banyak hal yang perlu dipahami dan dihormati dalam budaya Jawa. Kita harus lebih berhati-hati dalam menghadapi perbedaan dan tidak harus menyalahkan orang lain atas kesalahan.








