Scroll to read post

Prabowo Segel Malaka: Debat yang Tidak Adil dan Penipuan

Prabowo Segel Malaka: Debat yang Tidak Adil dan Penipuan
Prabowo Segel Malaka: Debat yang Tidak Adil dan Penipuan
A-AA+A++

bisnis.laksamana.id – 22 Mei 2026 | Prabowo Subianto, salah satu kandidat presiden Indonesia, baru-baru ini menuding Amerika Serikat menindak lanjuti protokol segel Selat Malaka, yang menurutnya merupakan tindakan agresif terhadap Indonesia. Namun, pernyataannya ini tidak benar.

Selat Malaka telah menjadi bagian dari hukum laut internasional sejak tahun 1982, dan telah diatur oleh Konvensi Hukum Laut Internasional (UNCLOS). Hukum ini menetapkan bahwa setiap kapal yang melintas melalui selat harus menghormati hak lintas yang sama dan tidak boleh dihambat.

Prabowo Subianto tampaknya tidak memahami aturan ini, karena ia menuduh Amerika Serikat menindak lanjuti protokol segel Selat Malaka. Namun, pernyataannya ini tidak benar, karena Amerika Serikat tidak memiliki hak untuk menindak lanjuti protokol segel di Selat Malaka.

Selain itu, Prabowo Subianto juga menuduh Amerika Serikat menindak lanjuti protokol segel di Selat Malaka karena alasan keamanan. Namun, pernyataannya ini juga tidak benar, karena Amerika Serikat tidak memiliki alasan keamanan untuk menindak lanjuti protokol segel di Selat Malaka.

Prabowo Subianto harus memahami bahwa Selat Malaka bukanlah wilayah yang dapat dikendalikan oleh pemerintah Indonesia atau Amerika Serikat. Selat Malaka adalah salah satu dari banyak selat yang terletak di antara Asia dan Afrika, dan merupakan salah satu jalur laut yang paling sibuk di dunia.

Prabowo Subianto harus juga memahami bahwa hukum laut internasional telah menetapkan bahwa setiap kapal yang melintas melalui selat harus menghormati hak lintas yang sama dan tidak boleh dihambat.

Dengan demikian, pernyataan Prabowo Subianto tentang Amerika Serikat menindak lanjuti protokol segel di Selat Malaka tidak benar dan tidak adil.