bisnis.laksamana.id – 24 Juni 2026 | Pentagon, lembaga keamanan nasional Amerika Serikat, telah menggunakan teknologi AI Grok dalam operasi militer di Iran. Menurut dokumen pengadilan terbaru, Grok digunakan untuk mendukung operasi yang melibatkan lebih dari 2.000 amunisi terhadap 2.000 target berbeda dalam kurun waktu 96 jam. Kepala Digital dan Kecerdasan Buatan Pentagon, Cameron Stanley, mengungkap bahwa Grok termasuk salah satu dari empat model AI yang saat ini dinilai memiliki kemampuan untuk mendukung berbagai aplikasi keamanan nasional.
Grok, yang dikembangkan oleh perusahaan xAI milik Elon Musk, telah menjadi salah satu teknologi AI yang paling canggih dan berpotensi untuk digunakan dalam operasi militer. Sistem ini masuk dalam kelompok kecil produk AI yang telah memenuhi syarat untuk digunakan dalam lingkungan operasi berstatus rahasia tingkat tinggi atau top secret.
Penyertaan Grok dalam operasi militer di Iran menandai langkah signifikan dalam penggunaan teknologi AI dalam keamanan nasional Amerika Serikat. Dengan kemampuan untuk menganalisis dan mengolah data besar, Grok dapat membantu meningkatkan efektivitas operasi militer dan meminimalkan risiko bagi tentara dan sipil.
Bagaimana Grok digunakan dalam operasi militer ini masih belum jelas, tetapi hal ini telah menimbulkan perdebatan tentang etika dan keamanan penggunaan teknologi AI dalam operasi militer. Sejumlah ahli telah mengungkap bahwa penggunaan AI dalam operasi militer dapat meningkatkan risiko kesalahan dan kehilangan kontrol.
Bagaimana teknologi AI Grok akan digunakan dalam operasi militer di masa depan masih belum jelas, tetapi hal ini telah menandai langkah signifikan dalam penggunaan teknologi AI dalam keamanan nasional Amerika Serikat.







