bisnis.laksamana.id – 24 Mei 2026 | Total pengiriman smartphone di kawasan Asia Tenggara menyusut sebesar 9 persen secara tahunan pada kuartal I-2026. Data terbaru dari firma riset pasar Omdia mencatat jumlah shipment pada periode Januari hingga Maret tersebut hanya mencapai 21,6 juta unit.
Penurunan ini menunjukkan bahwa pasar ponsel di Asia Tenggara sedang mengalami kelesuan. Namun, Samsung berhasil mempertahankan posisi puncak dengan total pengiriman mencapai 4,6 juta unit ponsel.
Kelesuan pasar ponsel di Asia Tenggara ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti peningkatan harga komponen yang membuat pabrikan harus meningkatkan harga produk mereka. Selain itu, perubahan kebiasaan konsumen juga dapat mempengaruhi penjualan ponsel.
Apakah Samsung akan terus dapat mempertahankan posisi puncak di pasar ponsel Asia Tenggara? Hanya waktu yang akan menunjukkan.
Di sisi lain, perlu diingat bahwa pasar ponsel di Asia Tenggara masih sangat beragam dan kompleks. Ada beberapa pabrikan lain yang juga berkompetisi di pasar ini, seperti Huawei, Xiaomi, dan Vivo.
Bagaimana pabrikan lain akan bereaksi terhadap kelesuan pasar ini? Apakah mereka akan meningkatkan produksi dan penjualan mereka? Semua ini masih perlu diikuti.
Terlepas dari kelesuan pasar, Samsung tetap merupakan salah satu pabrikan ponsel terbesar di Asia Tenggara. Mereka memiliki reputasi yang baik di pasar ini dan telah berinvestasi banyak dalam pengembangan produk mereka.
Apakah Samsung akan dapat mempertahankan posisi puncak di pasar ponsel Asia Tenggara? Hanya waktu yang akan menunjukkan.








