bisnis.laksamana.id – 03 Juni 2026 | Insiden peluru nyasar terjadi di lingkungan kampus Universitas Negeri Padang (UNP) pada Selasa, 2 Juni. Dua orang tertembak peluru nyasar saat berada di lapangan gedung rektorat setelah menyelesaikan seminar proposal dan ujian komprehensif. Korban yakni berinisial N, mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial, sedangkan korban lainnya ialah seorang pria berinisial G, namun bukan mahasiswa.
Kedua korban awalnya sempat mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Hermina Padang. Namun sekitar pukul 20.30 WIB, dirujuk ke Rumah Sakit Tentara (RST) dr. Reksodiwiryo, Padang. Korban berinisial N harus menjalani operasi untuk pengeluaran proyektil peluru. Korban tertembak di bagian paha.
Sementara itu, korban G mengalami luka di bagian tangan. Ia kini juga menjalani perawatan di rumah sakit yang sama. Kasus peluru nyasar ke UNP telah beberapa kali terjadi, termasuk pada 2020 yang menyasar kaca gedung rektorat pecah.
TNI AD telah melakukan investigasi untuk mengetahui kebenaran kejadian tersebut. Kepala Penerangan Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol, Kolonel Kavaleri Taufiq, menyatakan bahwa lapangan latihan ke lokasi kejadian cukup jauh, sekitar 800 meter. Ia juga mengungkapkan bahwa secara teknis lapangan tembak tersebut sudah sesuai standar.
TNI AD juga telah menanggung biaya perawatan korban. Pembiayaan pengobatan juga ditanggung TNI AD.
Saat ini, fokus penanganan korban adalah melakukan penanganan medis terhadap para korban. Pembiayaan pengobatan juga ditanggung TNI AD.
Insiden peluru nyasar ini telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat. TNI AD harus segera menyelesaikan investigasi untuk mengetahui kebenaran kejadian tersebut.









